Tak Digaji 6 Bulan, Bupati Jember: Saya Memahami Situasi Politik

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 09 September 2020 21:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 09 519 2275235 tak-digaji-6-bulan-bupati-jember-saya-memahami-situasi-politik-ThUgkav5IM.jpg Bupati Jember, Faida (foto: Okezone.com/Avirista)

KOTA MALANG - Bupati Jember Faida diberikan sanksi tak akan mendapat gaji selama enam bulan ke depan akibat dijatuhi sanksi. Sanksi ini diberikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, setelah adanya keterlambatan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Jember mengenai APBD Jember 2020.

Sanksi yang direkomendasikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut kemudian dituangkan kesurat putusan nomor 700/1713/060/2020 yang ditandatangani Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 2 September 2020.

Keterlambatan penyusunan Raperda APBD sendiri akibat DPRD Kabupaten Jember yang tak mau duduk bersama Bupati Faida, lantaran disebut Faida belum menjalankan rekomendasi Mendagri Tito Karnavian.

Menanggapi hal tersebut, Faida yang kembali maju dalam kontestasi Pilkada serentak 2020 mengaku ikhlas menerima konsekuensi sebagai pemimpin dari proses politik.

"Saya memahami situasinya memang sedang seperti ini, saya memahami. Situasi sedang seperti ini, situasi politik, sedang pilkada, saya pahamlah," ucap Faida ditemui usai tes kesehatan di RSUD Saiful Anwar Malang, Rabu (9/9/2020).

Menurut Faida, ia tak mempermasalahkan bila memang dirinya benar - benar tak digaji selama enam bulan menjabat sebagai bupati. Terpenting lanjutnya, APBD bisa digunakan untuk pembangunan Kabupaten Jember dan melayani masyarakat.

”Saya pikir yang penting APBD bisa berjalan untuk rakyat. Pembangunan bisa jalan, resiko sebagai pejabat politik saya bisa menyadari," tuturnya kembali.

"Terpenting rakyat bisa menggunakan APBD, APBD benar-benar untuk rakyat, bahwa resiko saya sebagai pejabat politik saya bisa memahami," sambungnya.

Menurutnya, ada pelajaran tersendiri yang bisa diambilnya dalam enam bulan ke depan jika gaji benar - benar tak turun.

"Saya paham soal itu saya kira ada hikmah besar. Saya sudah biasa menjadi pejuang sosial. Bagi saya bukan soal ada atau tidak ada tapi yang saya inginkan satu keadilan," pungkasnya.

Sebagai informasi Bupati Jember Faida sempat dimakzulkan oleh DPRD Kabupaten Jember akibat sejumlah keputusan yang dianggap tak taat aturan. Namun meski dimakzulkan Bupati Jember masih tetap menjabat sampai masa jabatannya habis pada awal 2021 mendatang.

Kini Faida kembali maju dalam kontestasi Pilkada serentak 2020 melalui jalur independen. Berpasangan dengan pengusaha muda Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Faida - Vian) kedua pasangan ini mengantongi dukungan 245 ribu masyarakat Kabupaten Jember.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini