Tega, Pria Ini Jual Kekasihnya via Online Tarif Rp300 Ribu per Kencan

Dharma Setiawan, iNews · Jum'at 11 September 2020 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 11 340 2276163 tega-pria-ini-jual-kekasihnya-via-online-tarif-rp300-ribu-per-kencan-FWWCERxiOH.jpg Polisi meringkus pelaku diduga lakukan praktik human trafficking (foto: iNews)

SUMUT - Seorang pemuda di Pematangsiantar, Sumatera Utara tega menjual pacarnya yang dikenal melalui media sosial. Pelaku menjual pacarnya melalui aplikasi chat online ke pria hidung belang dengan tarif Rp300 ribu per sekali kencan.

Bukan hanya itu, sebelumnya pelaku juga kerap mencabuli korban yang masih berusia 15 tahun.

Dugaan penjualan manusia ini terungkap berawal dari keributan di kamar kos yang terletak di Simpang Kerang, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Pasangan tak resmi penghuni kos berinisial A dan RA terlibat cekcok dengan seseorang yang mendatangi mereka.

Ternyata, keributan dipicu akibat tidak kesepakatan antara korban RA yang akan melayani nafsu bejat seorang pria hidung belang yang ditawarkan dari pelaku A pacarnya sendiri.

Polisi kemudian mengamankan kedua pasangan tak resmi penghuni kamar kos dan terungkap jika keduanya berstatus pacaran dan sudah tinggal satu kamar.

Pelaku berpacaran usai berkenalan melalui media sosial. Tiga bulan berpacaran, pelaku mulai memiliki gelagat buruk usai mencabuli korban di rumah kos.

Pelaku bahkan kerap menawarkan pacarya kepada pria hidung belang di jejaring sosial dengan tarif kencan Rp300 ribu. Ironisnya perbuatan itu sudah sembilan kali dilakukan dan hasilnya digunakan untuk keperluan sehari-hari mereka.

Saat ditawarkan melalui jejaring sosial wechat, korban kerap mendapat ancaman dari pelaku, jika tidak menuruti permintaan pelaku.

Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar, AKP Edi Sukamto mengatakan, “berdasarkan keterangan dari korban ini sudah berjalan 9 kali, dan uangnya dipergunakan untuk makan, bayar kos, dan lainnya,” ujar Edi Sukamto.

Di hadapan penyidk polisi, kedua pasangan tak resmi ini mengaku merupakan anak yang sudah tidak diurus keluarganya alias broken home. Polisi pun sempat kesulitan mencari keberadaan orang tua mereka.

Untuk penyidikan kasus ini, pelaku A saat ini ditahan sementara di polres guna mendalami kasus dugaan traffiking. Sementara korban mendapat konseling dari unit PPA Polres Pematangsiantar dan dinas sosial.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini