Perampok Bersenpi Gagal Beraksi karena Suara Kucing, Begini Ceritanya

Azhari Sultan, Okezone · Jum'at 11 September 2020 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 11 340 2276220 perampok-bersenpi-gagal-beraksi-karena-suara-kucing-begini-ceritanya-rSbgNsBxK1.jpg Foto: Shutterstock

JAMBI - Aksi perampok dengan menggunakan senjata api (senpi) terjadi di rumah H Brahim (50) di kawasan Parit 11, RT 04, Desa Sungei Gebar, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi.

Beruntung, aksi tersebut gagal usai pemilik rumah bangun lantaran terdengar suara kucing dari belakang rumahnya.

Dari informasi yang didapat, kejadian tersebut bermula pada Jumat (11/9/2020) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Pada saat itu, ibu korban Rahma (45) dan saksi Desi (24) sedang tertidur. Kemudian, Rahma mendadak terbangun lantaran mendengar seperti ada suara kucing di belakang rumahnya.

Karena curiga dengan suara tersebut, selanjutnya dia membangunkan suaminya Brahim untuk diajak ke sumber suara yang mirip kucing.

Betapa kagetnya mereka, melihat di bagian belakang rumahnya melihat dua orang yang tidak dikenal.

Mengetahui aksinya diketahui pemilik rumah, pelaku masuk ke dalam rumah menganiaya korban dan saksi.

Pelaku yang menggunakan senjata tajam terus menyerang korban. Tidak hanya itu, pelaku juga mengancam dengan menggunakan senjata api ke arah korban.

Aksi perkelahian diantara korban dan pelaku pun tidak terhindarkan. Beruntung, korban yang melawan dengan menggunaka senjata tajam jenis parang panjang sempat mengenai tangan pelaku hingga terluka.

Akibat kejadian itu, kedua orang pelaku memilih kabur melarikan diri dari belakang rumah korban.

Kapolres Tanjungjabung Barat AKBP Guntur Saputro saat dihubungi mengakui adanya kejadian pencurian dengan kekerasan (curas) tersebut. "Kedua pelaku masih dalam pengejaran polisi," ujarnya, Jumat (11/9/2020).

Dari keterangan korban dan saksi, diketahui ciri-ciri pelaku. Satu pelaku, kata Kapolres, memiliki ciri berbadan agak pendek, menggunakan masker kain warna coklat, pakai jeket kain warna coklat, topi coklat, celana dasar panjang warna hitam dan badan gempal, tinggi.

"Yang lain, berbadan tinggi, kurus, baju kaos dan celana lepis panjang," imbuh Guntur.

Akibat kejadian tersebut, korban dan saksi mengalami luka dibagian tubuhnya. Brahim terluka tangan kiri luka robek, kepala sebelah kanan luka robek. Desi terluka sobek jari sebelah kiri, sedangkan Rahma jari sebelah kanannya.

Untuk pengobatan lebih lanjut, korban yang terluka dibawa ke RSU Kuala Tungkal.

Sementara, dari hasil olah TKP barang milik korban yang diambil pelaku diantaranya telepon genggam merek Nokia 105 warna biru dan uang didalam laci toko milik korban.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini