JAKARTA - Polres Bandar Lampung masih mendalami kasus penusukan terhadap ulama syekh Moh Ali Jaber yang menjadi korban penusukan oleh Alpin Adrian (24) saat mengisi kajian di Bandar Lampung pada Minggu, (13/9/2020) kemarin.
(Baca juga: Penusukan Syekh Ali Jaber, Alpin Tersangka Penganiayaan Berat)
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya mengatakan, selain memeriksa Alpin pihaknya juga telah memintai keterangan dari keluarganya. Hasilnya dari keluarga menyatakan bahwa Alpin memiliki gangguan kejiwaan sejak 2016.
(Baca juga: Syekh Ali Jaber Ditusuk, Ustaz Yusuf Mansur: Semoga Allah Lindungi Beliau dan Semua Ulama)
"Info dari orangtuanya yang mengatakan bahwa yang bersangkutan stres dan mengalami gangguan kejiwaan sejak tahun 2016," Budi Jaya saat dihubungi, Senin (14/9/2020).
Kendati demikian kata Budi, pihaknya belum menyimpulkan apakah pelaku benar-benar memiliki gangguan kejiwaan atau tidak. Karena itu polisi akan memeriksa kesehatan Alpin.
"Belum bisa dipastikan yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa, namun kita sudah koordinasi dengan Biddokes Polda untuk cek kondisi kejiwaan yang bersangkutan," ungkapnya.
Budi memastikan pihaknya akan memproses hukum pelaku sesuai ketentuan yang ada, dan terbuka terkait penanganan kasus tersebut. "Yang pasti kami tetap akan proses sesuai prosedur undang-undang yang berlaku," tandasnya.
Sebelumnya, Ulama Syekh Moh Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal saat mengisi kajian di Masjid di Masjid Falahudin, Tanjung Karang, Bandar Lampung, pada Minggu (13/9/2020). Ia mengalami luka tusuk di lengan kanan.
Pelaku yang belakangan diketahui bernama Alpin itu kemudian langsung disergap oleh warga usai menyerang Syekh Ali Jaber hingga akhirnya tertangkap.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.