Trump Janjikan Pembalasan 1.000 Kali Lipat Jika Iran Serang Dubes AS

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 15 September 2020 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 18 2278197 trump-janjikan-pembalasan-1-000-kali-lipat-jika-iran-serang-dubes-as-hxsLWG9Sow.jpg Presiden AS Donald Trump. (Foto: Twitter)

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji akan membalas 1.000 kali lebih hebat jika ada serangan apa pun dari Iran terhadap Amerika. Komentar itu disampaikan Trump setelah muncul laporan bahwa Teharan berencana membunuh Duta Besar AS untuk Afrika Selatan Lana Marks.

"Setiap serangan oleh Iran, dalam bentuk apapun, terhadap Amerika Serikat akan dibalas dengan serangan terhadap Iran yang akan 1.000 kali lebih besar!," kata Trump dalam sebuah cuitan di Twitter pada Senin (14/9/2020).

Rencana pembunuhan terhadap Marks pertama kali dilaporkan oleh Politico, yang menyebutnya sebagai pembalasan Iran atas tewasnya Jenderal Qassem Soleimani yang dibunuh oleh AS dalam serangan udara di Irak pada Januari.

BACA JUGA: Balas Kematian Jenderalnya, Iran Dilaporkan Rencanakan Pembunuhan Dubes AS

Iran telah membantah laporan tersebut, menyebutnya sebagai "upaya lama AS untuk memfitnahnya di panggung dunia".

"Kami menyarankan para pejabat Amerika untuk berhenti menggunakan metode usang dan kuno untuk propaganda anti-Iran di arena internasional," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh sebagaimana dilansir RT.

Lana Marks, 66 tahun, adalah seorang perancang busana dan tas mewah yang berbasis di Palm Beach, Florida. Dia adalah teman lama dan merupakan anggota klub eksklusif Mar-a-Lago milik Trump di Florida sebelum dia ditunjuk sebagai duta besar pada 2018.

BACA JUGA: Komandan Pasukan Elitenya Dibunuh, Iran Bersumpah Balas Dendam pada AS

Ketegangan antara Teheran dan Washington semakin memburuk selama beberapa tahun terakhir, dengan pembunuhan Soleimani menjadi salah satu eskalasi terburuk dalam hubungan kedua negara baru-baru ini.

Pada Mei 2018, Washington secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran, yang dikenal sebagai JCPOA. Setelah itu, AS memberlakukan banyak sanksi terhadap Iran, sementara Teheran secara bertahap menurunkan komitmennya berdasarkan kesepakatan tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini