Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 17 Juni 2026 |11:05 WIB
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Bernjamin Netanyahu.
A
A
A

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah menahan dan tidak mengungkap teks nota kesepahaman dengan Iran yang dimediasi Pakistan dari Israel menjelang penandatanganan resminya di Jenewa, menurut laporan media dan jurnalis Israel. Langkah pemerintahan Presiden Donald Trump ini dipandang sebagai renggangnya hubungan antara pemimpin AS dan Israel yang telah berselisih mengenai kesepakatan perdamaian Iran dan pertempuran di Lebanon.

"Amerika Serikat menolak permintaan Israel untuk melihat Nota Kesepahaman yang baru disepakati sebelum upacara penandatanganan, yang diperkirakan akan diadakan di Swiss akhir pekan ini," lapor The Jerusalem Post pada Selasa (16/5/2026).

Guy Azriel, koresponden diplomatik dari stasiun televisi Israel i24NEWS, juga mengonfirmasi laporan tersebut.

"Saya sekarang dapat mengonfirmasi bahwa Israel secara resmi meminta akses ke Nota Kesepahaman Iran dan ditolak. Sebuah perkembangan yang luar biasa dan sangat tidak biasa antara sekutu dekat dalam isu yang sangat penting bagi keamanan nasional," tulis Azriel di media sosial, sebagaimana dilansir TRT.

Nota Kesepahaman, yang ditandatangani secara elektronik oleh Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, mengakhiri blokade angkatan laut AS dan pembatasan Selat Hormuz Iran sebagai imbalan atas janji Iran untuk tidak menggunakan senjata nuklir.

Ini memulai 60 hari pembicaraan tentang program nuklir Iran dan deeskalasi, dengan pencabutan sanksi.

Harga minyak turun di bawah USD 78 per barel karena pasar mengharapkan arus yang lebih bebas, sementara para pemimpin Eropa memuji langkah tersebut dan Iran menyatakan perang telah berakhir—meskipun Israel menyampaikan kekhawatiran tentang akses ke teks tersebut.

Konflik Netanyahu–Trump

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Trump telah berulang kali berselisih mengenai penolakan Israel untuk membatasi pengejarannya terhadap Hizbullah di Lebanon, di mana penghentian permusuhan merupakan tuntutan utama Iran.

Pada awal bulan, Trump menyebut Netanyahu sebagai "orang gila" dalam sebuah panggilan telepon yang penuh amarah, memerintahkannya untuk tidak menyerang Beirut sementara AS sedang berupaya mencapai kesepakatan dengan Iran.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement