Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Diduga Rencanakan sabotase, Pria AS Didakwa Atas Tuduhan Terorisme di Venezuela

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 15 September 2020 |18:17 WIB
Diduga Rencanakan sabotase, Pria AS Didakwa Atas Tuduhan Terorisme di Venezuela
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

CARACAS - Kejaksaan Agung Venezuela telah mendakwa seorang warga Amerika Serikat (AS) yang dituduh merencanakan sabotase di negara Amerika Latin itu dengan tuduhan aksi terorisme. Kepala Jaksa Venezuela Tarek William Saab menuduh pria yang diidentifikasi sebagai Matthew John Heath itu sebagai "tentara bayaran" yang memiliki hubungan dengan militer AS dan Dinas Intelijen CIA.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin (14/9/2020) Saab mengungkapkan bahwa Heath ditangkap pada Jumat (11/9/2020) bersama dengan enam warga sipil Venezuela dan personel militer. Dia mencatat bahwa ponsel yang diambil dari orang-orang itu berisi foto-foto lokasi yang dicurigai sebagai sasaran sabotase di Venezuela, termasuk jembatan penting di Negara Bagian Zulia, serta instalasi militer dan kilang minyak di Falcon.

BACA JUGA: Dua Warga AS Didakwa dengan Tuduhan Terorisme Terkait Serangan ke Venezuela

Kumpulan uang tunai dolar Amerika dan sejumlah senjata juga diduga disita dari kelompok itu, termasuk bahan peledak plastik dan peluncur granat.

Saab menambahkan bahwa benda-benda yang ditemukan dalam kepemilikan Heath menunjukkan bahwa dia adalah "tentara bayaran yang dikontrak" untuk intelijen Amerika.

"Semua yang ada di sini bisa dikualifikasikan sebagai senjata mematikan yang dirancang untuk menyebabkan kerusakan dan untuk mempromosikan pembunuhan, kejahatan terhadap rakyat Venezuela," kata Saab sebagaimana dilansir RT, Selasa (15/9/2020).

CIA, Departemen Luar Negeri AS, serta kontraktor militer swasta di mana Heath diduga pernah bekerja, MVM Inc., belum mengomentari kasus tersebut.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement