China Izinkan Pengamat Uni Eropa Kunjungi Xinjiang

Agregasi VOA, · Rabu 16 September 2020 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 18 2278518 china-izinkan-pengamat-uni-eropa-kunjungi-xinjiang-4c4sXYlloG.jpg Foto: Xinhua.

BEIJING - China pada Selasa (15/9/2020) mengatakan akan mengizinkan para pengamat Uni Eropa mengunjungi Xinjiang untuk benar-benar memahami situasi di sana. Pernyataan itu merupakan upaya Beijing untuk membantah tuduhan melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) secara luas terhadap kelompok minoritas Uighur di Xinjiang.

Partai Komunis China (PKC) telah menerima tekanan internasional yang meningkat untuk menjelaskan tindakan-tindakan mereka terhadap etnis minoritas di Xinjiang, kawasan barat laut China yang kaya sumber daya alam.

Uni Eropa pada Senin (14/9/2020) mendesak China untuk mengizinkan para pengamat independennya memasuki Xinjiang. Blok tersebut mensyaratkan perbaikan catatan HAM jika Beijing ingin melangsungkan perdagangan dan mencapai kesepakatan investasi pada masa depan dengan Uni Eropa.

BACA JUGA: Peneliti Perkirakan 1,5 Juta Muslim Uighur Ditahan di Kamp-Kamp Detensi di Xinjiang

"Uni Eropa telah mengungkapkan keinginan mereka untuk mengunjungi Xinjiang. China telah setuju dan bersedia mengatur rencana itu,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin kepada wartawan sebagaimana dilansir VOA.

China sebelumnya menolak seruan-seruan untuk memberi akses ke Xinjiang, dan juru bicara itu tidak mengukuhkan apakah para pengamat Uni Eropa itu akan diizinkan bebas bergerak di Xinjiang.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan, lebih dari sejuta warga Uighur dipaksa masuk kamp-kamp rehabilitasi di Xinjiang. Hak-hak kelompok minoritas Muslim itu dilanggar secara mengerikan. Namun Beijing menggambarkan, kamp-kamp di Xinjiang sebagai pusat-pusat pelatihan keterampilan untuk mengentaskan kemiskinan di kalangan warga Uighur sekaligus bagian dari upaya menghapus pandangan-pandangan radikal Muslim.

BACA JUGA: China Paksa Wanita Uighur Pakai Kontrasepsi untuk Tekan Populasi Minoritas Muslim

China mengatakan, kecaman internasional mengenai apa yang dilakukannya di Xinjiang bermotif politik dan dibangun berdasarkan kebohongan-kebohongan.

Desember lalu China menantang pemain sepakbola Arsenal Mesut Ozil untuk berkunjung ke Xinjiang untuk melihat langsung situasi di sana setelah ia mengecam perlakuan China terhadap Uighur di kawasan itu dan mempersoalkan negara-negara Muslim yang tidak bersedia angkat bicara menentang pelanggaran-pelanggaran HAM di sana. Ozil tidak menanggapi undangan China tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini