Insiden tersebut membangkitkan semangat para pemuda untuk memanjat gedung Hotel Yamato. Melihat aksi massa tersebut, Sudirman dan Hariyono bergegas kembali ke hotel dan memanjat tempat bendera Belanda tersebut dikibarkan.
Dibantu pejuang lainnya, Kusno Wibowo ketiganya menurunkan benderan Belanda kemudian merobek warna biru di bendera di depan masyarakat. Sorai haru dan gembira pun terlihat dari masyarakat.
“Seperti yang ditulis di memoar-memoar pejuang dan buku Puspen TNI, salah satu perobek bendera itu namanya Kusno Wibowo,” ujar Ady Setiawan, penggiat sejarah Komunitas Roode Brug Soerabaia kepada Okezone beberapa waktu lalu.
“Namanya juga terpahat di plakat samping monumen. Tapi Kusno Wibowo selalu menolak dikatakan sebagai perobek bendera dengan alasan, perobeknya arek-arek Suroboyo,” sambung penulis buku ‘Benteng-Benteng Surabaya’ tersebut.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.