Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Mutilasi Rinaldi, Psikolog Forensik Sebut Modus Pelaku Sejoli Maut Rapi

Muhamad Rizky , Jurnalis-Sabtu, 19 September 2020 |06:30 WIB
Kasus Mutilasi Rinaldi, Psikolog Forensik Sebut Modus Pelaku Sejoli Maut Rapi
Pasangan pelaku mutilasi, Djumadil Al Fajri dan Laeli Atika Supriyanti (Foto: Sindonews)
A
A
A

JAKARTA - Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri angkat bicara terkait kasus mutilasi Rinaldi Harley Wismanu (32) yang dilakukan sepasang kekasih yakni Laeli Atika Supriyanti (LAS) dan Djumadil Al Fajri (DFA).

Reza mengatakan, aksi mutilasi yang dilakukan keduanya sangat sadis. Kasus ini menurutnya termasuk dalam tipe pembunuhan instrumental-gratifikasi (ekonomi).

"Niat awal para pelaku adalah merampas harta. Tapi karena korban melawan, terjadi benturan fatal. Perilaku pelaku kebablasan, sehingga perampokan/pemerasan berencana justru menjadi pembunuhan," kata Reza kepada Okezone, Sabtu (19/9/2020).

 

Menurut Dia, aksi mutilasi keduanya bukan didorong oleh emosi, melainkan dilatari motif instrumental atau tidak ada sangkut pautnya dengan suasana hati. Apalagi, untuk menghalangi kerja kepolisian tubuh korban dicacah-cacah dengan maksud agar barang bukti lebih mudah dihilangkan, pelarian diri dari TKP lebih cepat, dan korban tidak dapat diidentifikasi.

"Modus yang rapi, yaitu menjebak korban secara seksual, boleh jadi mengindikasikan bahwa secara berkelompok para pelaku pernah melakukan modus serupa sebelumnya," kata Reza.

Baca Juga:  Polisi Sebut Korban Mutilasi di Apartemen Kalibata City Dipotong Jadi 11 Bagian 

Lebih jauh kata Reza, penggunaan modus yang dilakukan kepada korban merupakan bukti kefasihan sekaligus puncak karir kriminal para pelaku. Kriminal generalis, bukan spesialis pembunuhan.

"Dengan asumsi adanya riwayat kejahatan dan kefasihan sebagai hasil belajar, ditambah dengan hasil studi bahwa faktor finansial merupakan prediktor yang kuat bagi residivisme pelaku pembunuhan, maka semoga Polda Metro Jaya dan Kejaksaan memaksimalkan ancaman pidana bagi dua sejoli maut itu," tandasnya.

Baca Juga:  Motif Ekonomi Jadi Alasan Pelaku Mutilasi di Apartemen Kalibata City

Sebelumnya, Rinaldi Harley Wismanu (32) jadi korban pembunuhan. Jenazahnya ditemukan pada Rabu 16 September 2020 di Apartemen Kalibata City dalam kondisi tak lagi utuh atau telah dimutilasi.

Rinaldi awalnya dilaporkan keluarga hilang sejak 9 September 2020. Belakangan polisi berhasil menemukan Rinaldi dalam keadaan tewas. Ia dibunuh oleh sepasang kekasih karena motif ekonomi.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement