Tak Pakai Helm, Siswi SMP Diduga Dilecehkan Oknum Polantas di Pontianak

Ade Putra, Okezone · Sabtu 19 September 2020 05:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 19 340 2280294 tak-pakai-helm-siswi-smp-diduga-dilecehkan-oknum-polantas-di-pontianak-XmjeraNmzm.jpg Kapolresta Pontianak Kombes Komarudin (Foto: Ade Putra)

PONTIANAK - Oknum anggota Satuan Lalu Lintas (Satantas) Polresta Pontianak, Brigadir DY diduga menyetubuhi pelanggar lalu lintas yang tidak menggunakan helm ganda. Bahkan, korban merupakan pelajar SMP yang berusia 15 tahun, berinisial SW.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin menegaskan, oknum Polantas tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan. "Benar adanya laporan dari masyarakat terkait dengan dugaan perbuatan cabul yang dilakukan salah satu oknun anggota Polresta Pontianak. Saat ini, sedang kami dalami dan yang bersangkutan sedang menjalani proses pemeriksaan," kata Komarudin kepada sejumlah wartawan, Jumat (18/9/2020) malam.

Baca Juga:  Sederet Kasus Pelecehan Seksual di Tangsel yang Tak Kunjung Terungkap

Kasus ini terungkap, bermula pada Selasa, 15 September 2020 sore hari korban tak kunjung kembali. Saat dilakukan pencarian, pihak keluarga bertemu dengan teman korban yang sebelumnya mereka bersama-sama berangkat dari rumah mereka di Wajok, Mempawah menuju Kota Pontianak.

Setelah bertemu dengan orangtuanya, korban menceritakan semua yang dialami. Kemudian, Selasa sekira pukul 21.00 WIB, korban bersama orangtua datang ke SPKT Polresta Pontianak untuk melaporkan adanya tindakan asusila yang diduga dilakukan oleh Brigadir DY.

"Berawal dari sanalah kami lakukan pemeriksaan dan penyelidikan benar atau tidaknya laporan tersebut. Yang pasti prosesnya sedang kami jalankan. Yang saya pastikan dan saya jaminkan kepada pelapor, bahwa proses akan kita tindaklanjuti manakala memang hal tersebut terbukti benar," tegasnya.

Infomasi yang dihimpun Okezone, sebelum perbuatan cabul itu terjadi, Selasa 15 Sept 2020 sekitar pukul 15.00 WIB Brigadir DY mengamankan pengendara yang melanggar lalu lintas di Jalan Sultan Hamid, dekat Simpang Garuda.

Pengendara yang berboncengan tersebut adalah korban dan temannya. Salah satu dari mereka ada yang tidak menggunakan helm ganda. Oleh Brigadir DY, keduanya kemudian dibawa ke Pos Garuda. Selanjutnya, korban akan ditilang namun dia menolak. Mendengar ucapan itu, Brigadir DY langsung berkata "Kalau tidak mau nanti ikut Abang. Nanti kawanmu suruh pergi dulu."

Sekira pukul 16.00 WIB, Brigadir DY kemudian pergi bersama korban/pelanggar berinisial SW tersebut menuju ke arah Hotel Kapuas Darma. Setibanya di sana, Brigadir DY memesan kamar dan langsung membawa SW masuk kamar.

Saat di dalam kamar, Brigadir DY membuka pakaian setengah dinasnya dan langsung menyetubuhi korban. Tak banya kata, setelah melakukan perbuatan asusila tersebut Brigadir DY keluar kamar dan meninggalkan korban sendirian di Hotel Kapuas Darma.

Korban kemudian ditemukan oleh rekannya YF yang bersama korban saat diamankan di Pos Garuda. Saat itu, YF bersama-sama keluarga korban memang sedang mencarinya. Kesal dengan perbuatan ini, korban dan orangtuanya pun memutuskan untuk membuat laporan pidana umum dan secara kedinasan.

Hingga saat ini, Brigadir DY masih menjalani proses pemeriksaan. "Sudah kita amankan (Brigadir DY) terhitung Selasa malam. Sampai saat ini masih dalam proses pemeriksaan," ujar Komarudin.

Baca Juga: Viral Wanita Cantik Curhat Dilecehkan saat Rapid Test di Bandara Soetta

Setelah dilakukan pendalaman, Brigadir DY telah melanggar disiplin. Karena dia bukan anggota lapangan. Melainkan anggota bagian staf. Tetapi saat kejadian dan dilaporkan dia, sedang berada di lapangan.

"Kita masih menunggu hasil pemeriksaan. Kepada korban saat itu juga kita mintakan visum. Hasilnya masih kita tunggu dari dokter," katanya.

Komarudin kembali memastikan bahwa pihaknya serius menangani kasus ini. Karena jika memang benar apa yang dilakukan Brigadir DY, itu mencoreng citra Polri di tengah gencarnya upaya-upaya profesionalitas yang dilakukan.

"Kalau ada oknum yang mencoreng citra Polri, saya pastikan kita serius menangani permasalahan ini," tutupnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini