Muncul Dekat Permukiman, Buaya 3 Meter Malah Jadi Hiburan Warga

Haryanto, iNews · Sabtu 26 September 2020 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 26 340 2284191 muncul-dekat-permukiman-buaya-3-meter-malah-jadi-hiburan-warga-sWTjnLKTkP.jpg Buaya muncul di dekat permukiman warga di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung (Foto: Haryanto)

PANGKALPINANG - Warga di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kembali dihebohkan dengan kemunculan lebih dari satu ekor buaya ke daratan sejak sepekan terakhir. Buaya muara tersebut muncul persis di Sungai Air Mangkok, Kelurahan Air Mawar, Kecamatan Bukit Intan Pangkalpinang, yang berdampingan langsung dengan pemukiman warga.

Menurut warga, ada tiga ekor buaya dengan perkiraan ukuran tiga hingga empat meter yang kerap menampakan diri ke permukaan dan tak jarang pula berjemur di daratan sekitar. "Ada tiga ekor yang sering kita lihat. Memang habitatnya di sini, kadang orang juga sering buang bangkai ayam di sini, mungkin buaya makan bangkai ayam itu," kata warga setempat, Eko Saputra, Sabtu (26/9/2020).

Baca Juga:  Buaya Besar Berjemur di Tepi Sungai Bikin Heboh Warga

Kendati sering ke daratan, reptil ganas tersebut belum pernah menyerang warga. Bahkan, penampakannya malah menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat sekitar.

"Biasanya siang dan sore hari buaya ini sering muncul. Alhamdulillah, belum pernah nyerang orang dan memang dia tidak menganggu," ujarnya.

Konflik buaya dengan manusia di Babel memang kerap kali terjadi. Data Yayasan Animal Lovers Bangka Island (Alobi) Foundation mencatat dalam satu bulan ini saja, ada belasan laporan kasus buaya berkonflik dengan warga yang mereka terima, enam ekor buaya diantaranya berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi.

"Hari ini barusan kita mendapat serahan biaya dari warga, padahal baru kemarin kita mendapat juga serahan buaya dari warga. Memang kasus kemunculan dan konflik buaya dengan manusia dalam tahun ini cukup memperihatinkan," kata ketua Alobi Foundation, Langka Sani.

Baca Juga:  5 Warga Jadi Korban, Buaya Seberat 500 Kg Bakal Dipotong

Menurut Langka, kemunculan predator pemangsa itu akibat rusaknya habitat mereka, selain itu memasuki musim kawin bagi buaya yang membuat sifatnya menjadi lebih agresif.

"Yang kita khawatirkan saat ini masuk musim hujan dan memasuki siklus kawin bagi buaya dimana buaya lebih agresif di alam liarnya. Kita ketahui di Babel sendiri kerusakan dari aliran sungai yang menjadi habitat buaya sangat masif terjadi," tandasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini