JAKARTA – Tiga flyover dan satu underpass tengah dibangun Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Kini pembangunan keempat proyek tersebut telah mendekati tahap akhir.
“Yah kita harapkan sebelum akhir tahun pembangunan sudah selesai,” kata Kadis Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, Selasa (29/9/2020).
Hari merinci, flyover Lenteng Agung bernilai kontrak Rp144,5 miliar yang kini pembangunannya mencapai 87 persen. Fly Over ini memiliki panjang sisi barat 430 meter dan sisi timur 450 meter, serta lebar mencapai 6,5 meter.
“Saat ini sedang dilakukan pengembalian kondisi dan perbaikan saluran kali baru dan juga penataan landscape area sekitar flyover,” kata Hari.
Selain itu, pihaknya akan membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) dan lift. Untuk mempercantik kawasan ini, Hari bakal membangun tata pencahayaan artistik baik di flyover maupun di JPO.
Sementara di flyover Tanjung Barat, Hari mengatakan, perkembangan pembangunan mencapai 78,5 persen dengan nilai kontrak Rp163,2 milyar. Flyover memiliki panjang sisi barat sepanjang 540 meter dan sisi timur 590 meter, dengan lebar 8 meter. Flyover ini membuat perlintasan sebidang kereta api tak lagi dilintasi jalan.
“Jadi nantinya disana akan mengurangi kemacetan akibat antrian kendaraan karena perlintasan kereta,” tuturnya.
Saat ini progres pembangunan dalam tahapan pengecoran pelat lantai yang melintang crossing rel KA. “Kami juga mempersiapan untuk pengangkatan balok jembatan di sisi timur selatan flyover pada lahan yang telah dibebaskan,” tambahnya.
Baca juga: Pembangunan 5 Flyover di Perlintasan Sebidang Habiskan Rp250 Miliar
Seperti di Lenteng Agung, kawasan ini akan dibangun JPO pada sisi timur flyover untuk lahan yang telah dibebaskan.
Mempercepat pembangunan JPO, Hari mengakui tinggal menyisakan pekerjaan kaki JPO pada sisi barat flyover. Namun pembangunan di sana agak terlambat lantaran menunggu lahan bebas dan juga penataan taman di bawah flyover, serta tata pencahayaan artistik pada JPO dan flyover.
Sementar di flyover Cakung, proyek senilai Rp 261 miliar itu kini telah memasuki progres 78 persen. Flyover yang memiliki panjang 760 meter dengan lebar 18 meter kini telah memasuki tahap pekerjaan balok flyover yang melintang di atas rel KA dengan metode traveller cast in situ.
“Kini pekerjaan pengecoran plat jembatan pada beberapa area dan juga pengecoran pagar flyover (railling), penataan landscape di bawah flyover dan pembuatan saluran drainase,” katanya.
Sementara untuk underpass tambahan di kawasan Pasar Senen, Hari mengatakan progres pembangunan disana mencapai 84 persen dengan nilai proyek sebesae Rp169,6 miliar. Underpass itu memilik ruang terbuka sepanjang 190 meter dan ruang tertutup 180 meter.
Untuk penyelesaiannya, Hari mengatakan pihaknya tengah menyelesaikan perkerasan jalan di bawah terowongan serta mengembalikan kondisi berupa pek trotoar dan penataan saluran drainase baik di atas underpass maupun di bawah terowongan.
Rencana di kawasan itu akan dilengkapi lift baik di JPO Pasar Senen maupun JPO depan Atrium.
“Kami juga masih menyisakan pekerjaan pompa underpass untuk membuang air hujan dari dalam terowongan, pekerjaan mechanical electrical maupun pekerjaan tata cahaya artistik baik di terowongan maupun JPO dan Halte Busway,” tutupnya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.