CLEVELAND – Donald Trump menyalahkan saingannya, kandidat presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden atas laporan yang beredar di media terkait pembayaran pajak penghasilannya. Dalam debat calon presiden, Selasa (29/9/2020) Trump menyebut aturan yang disahkan Biden dan pemerintah Obama yang membuatnya mendapat keringanan pajak, dan memunculkan laporan tersebut.
Sebelumnya New York Times menyebutkan bahwa Trump yang kerap menyombongkan keberhasilan bisnisnya hanya membayar pajak penghasilan sebesar USD750 pada 2016, dan tahun pertama dia menjabat pada 2017.
BACA JUGA: Bantah Laporan NYT, Trump Klaim Bayar Pajak Jutaan Dolar
Namun, Trump membantah laporan tersebut, menyebutnya sebagai “berita palsu”. Dia juga mengatakan bahwa dia membayar pajak jutaan dolar, tetapi mendapatkan depresiasi dan kredit pajak sehingga dia membayar jauh lebih sedikit.
Hal itu kembali ditegaskan Trump pada debat calon presiden perdana di Cleveland, Ohio.
“Saya membayar jutaan dolar dalam pajak penghasilan,” kata Trump menjawab pertanyaan moderator Chris Wallace.
Trump mengakui bahwa dia tidak suka membayar pajak, dan seperti banyak pengusaha lainnya, berusaha mencari cara dengan memanfaatkan celah hukum untuk mendapatkan depresiasi dan kredit pajak. Dia mengatakan, keringanan-keringanan itu didapatkannya dari Pemerintahan Barack Obama, di mana Biden menjabat sebagai wakil presiden.
“Dia (Biden) mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) pajak yang memberikan kami (pengusaha) banyak hak istimewa,” kata Trump.
Menanggapi tudingan Trump, Biden mengatakan bahwa Trump memanfaatkan undang-undang pajak, dan berjanji menghapus undang-undang pajak Trump, untuk menginvestasikannya ke orang-orang yang membutuhkan.
BACA JUGA: Debat Perdana Calon Presiden AS, Biden Sebut Trump 'Badut'
“Kami akan menghapuskan pajak itu dan menginvestasikannya kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan,” ujar Biden.
Trump mengatakan Biden tak melakukan apa yang dia janjikan selama 47 tahun kariernya di politik, sedangkan Biden menyebut Trump sebagai “Presiden terburuk dalam sejarah AS”.
Secara umum, debat perdana antara kedua kandidat berlangsung panas, dan kacau. Baik Biden dan Trump saling menyela dan melontarkan ejekan sepanjang debat berlangsung, dengan moderator Wallace tampak kesulitan mencegah berbagai interupsi.
Beberapa isu lain yang juga dibahas dalam debat perdana ini adalah mengenai ketegangan rasial yang saat ini terjadi di AS, sistem kesehatan, pemungutan suara via surat, dan penanganan virus corona.
Debat Calon Presiden berikutnya akan digelar pada 15 Oktober, dan pada 22 Oktober 2020 sebelum kedua kandidat bertarung dalam pemungutan suara 3 November 2020.
(Rahman Asmardika)