Istri Tak Pulang Setelah Bertengkar, Ayah Tega Gantung Anak Kandungnya

Era Neizma Wedya, iNews · Kamis 01 Oktober 2020 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 610 2286970 istri-tak-pulang-setelah-bertengkar-ayah-tega-gantung-anak-kandungnya-nwMmP84JSF.jpg Polisi tangkap ayah yang tega gantung anaknya (Foto : iNews/Era)

PALEMBANG - Seorang ayah di Palembang tega menganiaya anak kandungnya yang masih berusia 3 tahun dengan cara menggantung lehernya dengan seutas kain. Hal itu lantaran istrinya yang tak mau pulang ke rumah, kini pelaku hanya bisa pasrah setelah ditangkap polisi.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji, mengatakan kasus penganiayaan yang dilakukan Helios Juliantara (24), seorang ayah kepada anaknya ini terungkap setelah viralnya sebuah video terkait penganiayaan itu di media sosial. Beruntung kondisi si anak saat ini dalam keadaan baik-baik saja.

"Atas dasar itu petugas kemudian melakukan penyelidikan terkait kebenarannya," katanya, Kamis (1/10/2020).

Dikatakan Anom, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Palembang, mengamankan pelaku Helios di kediamannya yang berada di daerah Sukarami, Palembang. "Petugas juga mengamankan barang bukti berupa kain panjang yang digunakan untuk menggantung anaknya itu," katanya.

Sementara Helios mengaku tidak sungguhan ingin menggantung anaknya. Hal itu dilakukannya lantaran kesal dengan sang istri yang tak mau pulang ke rumah setelah keduanya terlibat pertengkaran.

"Saya tidak sungguhan menggantung anak saya. Hanya untuk menggertak istri agar pulang," katanya.

Baca Juga : Mengigau di Akhir Hayat, Baim Ternyata Lantunkan Surat Al-Haqqah

Meski begitu Helios mengaku saat merekam aksi tersebut dirinya memang seolah-olah menggantung leher anaknya menggunakan kain dan diikatkan di atap rumah. Hanya saja, tangannya tetap menopang sang anak.

"Satu tangan saya memegang anak saya, sementara tangan lainnya memegang handphone," ungkapnya.

Atas pebuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 44 Undang-Undang nomor 23 Tahun 2004 dan Pasal 76c junto Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini