PALEMBANG - Puluhan preman jalanan bertato berkedok pengamen dan juru parkir diamankan Jatanras Polda Sumatra Selatan. Polisi juga menyita lem serta minuman keras jenis tuak dari tangan mereka.
Sebagian dari pereman tersebut bertampang gahar. Lucunya, salah satu remaja berpenampilan punk menangis saat ditangkap petugas.
Kegiatan pengamanan yang digelar Polda Sumatera Selatan ini menindaklanjuti laporan maraknya pemerasan dan pungutan liar di perempatan lampu merah Soekarno-Hatta, Palembang.
Berbekal informasi, polisi langsung menangkap sekelompok anak punk yang diduga melakukan pemerasan. Salah satu anak punk, Angga menangis saat digelandang petugas. Ia menangis lantaran takut karena baru pertama kali ditangkap polisi.
"Biasanya saya mencari uang bersama teman di persimpangan lampu merah Soekarno-Hatta. Sehari bisa mendapatkan uang Rp30 ribu. Uang itu untuk makan dan membeli tuak," kata Angga, Jumat (2/10/2020).