Tawarkan Wanita Muda di Medsos, 3 Remaja Ditangkap

Subhan Sabu, Okezone · Rabu 07 Oktober 2020 20:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 07 340 2290114 tawarkan-wanita-muda-di-medsos-3-remaja-ditangkap-e3lflZFZ4m.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

MINAHASA SELATAN - Polres Minahasa Selatan (Minsel) berhasil mengungkap kasus trafficking, atau perdagangan orang menggunakan media sosial terhadap perempuan yang masih di bawah umur.

Kasubbag Humas Polres Minsel, Iptu Robby Tangkere mengatakan, kasus trafficking tersebut dengan menggunakan aplikasi online media sosial menawarkan dan menyediakan perempuan di bawah umur untuk kegiatan prostitusi.

"Lokasinya di salah satu penginapan di Amurang," kata Robby Tangkere kepada wartawan, Rabu (7/10/2020).

Awalnya menurut dia, telah diamankan seorang tersangka berinisial VB alias Vicky (24), kemudian dilakukan pengembangan dan diamankan lagi dua tersangka lainnya berinisial RT alias Riki (23), dan tersangka RS alias Rizal (26). Ketiganya warga Desa Ranoketang Tua, Kecamatan Amurang.

 PSN

Sementara itu, Kapolsek Amurang Iptu Wensy Saerang menambahkan, bahwa dari hasil pemeriksaan diketahui para tersangka yang diamankan ini memiliki peran masing-masing dalam kegiatan prostitusi online.

“Tersangka RT ini berperan sebagai penjual wanita-wanita yang dijadikan PSK, kepada para pelanggan, yang dipasarkan melalui sebuah aplikasi online. Sementara tersangka RS berperan sebagai driver pengangkut para wanita-wanita yang dijadikan PSK, juga berperan sebagai perekrut perempuan yang akan dijadikan PSK, sementara untuk tersangka VB mengeksekusi proses transaksi di lokasi yang telah ditentukan. Ketiga tersangka ini saling berkoordinasi dalam satu sindikat prostitusi online,” jelas Kapolsek Amurang.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Minsel, AKP Rio Gumara mengungkapkan, bahwa jajarannya masih terus melakukan upaya penyelidikan lanjutan terkait kemungkinan adanya tersangka lainnya.

“Kami masih terus melakukan upaya penyelidikan untuk mendalami kasus trafficking ini, terkait dengan adanya kemungkinan bertambahnya jumlah tersangka,” ujar AKP Rio Gumara.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 1, 2 dan 10 UU Nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp600 juta.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini