Isu Negatif Pilkada 2020 di Jambi Mulai Dimainkan di Dunia Maya

Azhari Sultan, Okezone · Jum'at 09 Oktober 2020 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 340 2290987 isu-negatif-pilkada-2020-di-jambi-mulai-dimainkan-di-dunia-maya-fFMnmff5pK.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAMBI - Tim Siber Polda Jambi mendapati ada pihak-pihak mulai mencoba menyebar isu negatif di gelaran Pilkada 2020. Hal tersebut diakui Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi, Kombes Pol Edi Faryadi.

Isu negatif tersebut dilakukan pihak yang mendukung salah satu pasangan calon untuk menurunkan tingkat elektabilitas dari lawannya.

"Ini dinilai sudah dapat membuat elektabilitas dari lawan yang didukungnya dapat turun. Jadi ini termasuk kategori kebencian terhadap individu kelompok atau agama, SARA dan gender," ungkapnya, Jumat (9/10/2020).

Sejak dimulainya kampanye, Polda Jambi telah mencatat ribuan percakapan yang terkait pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di Provinsi Jambi.

Karena itu, memasuki masa kampanye yang dimulai sejak 26 September hingga 5 Desember 2020, untuk pasangan calon kepala daerah dan wakil kepada daerah yang akan berkampanye di media sosial maka Polda Jambi meningkatkan pengawasan.

"Ini guna mengantisipasi ada pelanggaran yang dilakukan, baik itu oleh para kandidat pasangan calon maupun tim sukses dan lainnya," ujar Edi.

Diakuinya, saat ini tim Siber Ditreskrimsus Polda Jambi telah menigkatkan pengawasan terhadap calon kepala daerah dan wakil kepada daerah yang akan berkampanye di media sosial (medsos) pada tahapan kampanye di pilkada serentak mendatang.

Dari pengawasan tersebut, polisi sudah rekam ribuan percakapan yang berkaitan dengan pilkada itu dengan cara otomatis.

"Kita juga akan kategorikan secara otomatis, mana yang sifatnya menyinggung, mana sifatnya 'hate speech' lemah, sedang dan kuat sehingga setiap percakapan di media sosial sistem di Polda Jambi sudah bisa membagi mana percakapan yang tidak bagus akan otomatis termonitor," kata Edi Faryadi.

Baca Juga : 129 Demonstran UU Ciptaker Ditangkap, Jika Tak Terlibat Dipulangkan

Selanjutnya, sambungnya, ada juga menyebarkan isu, misalnya masalah pemberian sanksi oleh badan pengawas atau pembubaran acara tertentu karena dianggap tidak mengikuti protokol Covid-19 selama kampanye.

"Tim Siber Polda Jambi terus mengantisipasi terjadinya kampanye 'black campaign', 'negatif campaign' serta berita hoax yang beredar di media sosial, maka Polda Jambi akan menggalakkan pengawasan diseluruh media sosial," imbuh Edi.

Melalui tim Siber Ditreskrimsus Polda Jambi, jelasnya, setiap harinya aktivitas medsos terus dipantau agar tidak merugikan salah satu calon kepala daerah dan wakil kepalda daerah yang berkompetisi di ajang pilkada serentak 2020, baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten dan kota.

Langkah tegas juga akan diambil oleh Tim Siber Polda Jambi guna mengantisipasi adanya pelanggaran yang dilakukan di medsos tersebut dan untuk mencegah adanya dampak yang disebabkan dari postingan di media sosial.

"Jika ada yang seperti itu (postingan berisi negatif campaign, black campaign dan berita bohong/hoax) mungkin Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jambi akan melakukan 'take down' terhadap berita-berita tersebut agar tidak tersiar dan juga tidak tersebar dimana tujuannya adalah untuk membuat netral dan juga menjaga kamtibmas yang ada di Provinsi Jambi," tandas Edi Faryadi.

Dia juga mengatakan, jika Polda Jambi juga menggandeng pihak eksternal yang selalu update dan memonitoring media sosial dan kita berkoordinasi juga dengan Asosiasi Pengguna Jasa Internet (APJI).

"Nah, kemudian kita juga akan menggalang dari pada teman-teman ya memang selalu update di dunia maya dan dunia medsos itu. Semua kita rangkul, kemudian kita juga ada berkoordinasi dengan beberapa civitas akademika," tuturnya.

Polda Jambi juga mempertegas, bahwa para pelaku penyebar berita dan kampanye yang merugikan itu dapat dikenakan sanksi pidana yang sudah diatur sesuai dengan Undang-undang RI 19 tahun 2016 tentang ITE.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini