Tak Terbukti Lakukan Perusakan, 128 Demonstran UU Ciptaker di Malang Dipulangkan

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 09 Oktober 2020 22:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 519 2291362 tak-terbukti-lakukan-perusakan-128-demonstran-uu-ciptaker-di-malang-dipulangkan-JZQkwd8GfB.jpg Demonstran UU Cipta Kerja di Malang, Jawa Timur (Foto: Avirista Midaada)

KOTA MALANG - Polisi akhirnya memulangkan 128 orang yang sempat diamankan pasca demonstrasi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja di Kota Malang yang berakhir rusuh. Namun, masih ada satu orang ditahan dan menjalani proses lebih lanjut.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata membenarkan dipulangkannya 128 demonstran, setelah menjalani pemeriksaan 1 x 24 jam. "Belum bisa kita tingkatkan ke penyidikan, karena belum cukup alat buktinya," ujar Leonardus pada Jumat malam (9/10/2020).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu menyatakan, para demonstran yang dipulangkan ini tidak terbukti melakukan perusakan. "Ini kan juga sudah 1x 24 jam, mereka juga nggak mencukupi bukti, maka kita pulangkan. Sudah kita pulangkan mulai pukul 16.00 WIB," ucap Azi.

Baca Juga:  129 Pendemo Terluka Akibat Unjuk Rasa UU Cipta Kerja

Dirinya juga menyebut barang - barang milik demonstran berupa handphone dan sepeda motor juga dikembalikan saat pemulangan.

 

Namun, Azi mengungkapkan ada satu orang yang tertinggal dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sebab, satu demonstran ini terlibat perusakan bus milik Polres Baru.

"Inisialnya AN, berusia 21 tahun asal Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Dia bekerja sebagai sebagai kuli bangunan," ungkapnya.

Namun demikian, AN bukanlah provokator dari kericuhan yang terjadi. Azi mengaku, AN hanya mengikuti massa aksi yang lain untuk melakukan aksi unjuk rasa namun terlalu berlebihan.

Kini, AN masih menjalani pemeriksaan, bila terbukti melakukan perusakan. AN bisa dijerat dengan Pasal 171 KUHP subsider 406 tentang perusakan terhadap orang atau barang, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Baca Juga:  Presiden Jokowi: UU Ciptaker Bertujuan Lakukan Reformasi Struktural

Sebelumnya diberitakan, setelah kerusuhan aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja di Bundara Tugu Malang pada Kamis 8 Oktober 2020, kepolisian mengamankan 129 orang demonstran. Para demonstran ini yang terdiri dari mahasiswa, buruh, pelajar, dan pengangguran ini menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Malang Kota sejak Kamis malam.

Pada aksi demonstrasi sejumlah kendaraan milik kepolisian dan Pemkot Malang, rusak serta dibakar massa. Sejumlah fasilitas publik berupa pos jaga Pemkot dan lampu - lampu taman juga dirusak massa.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini