129 Pendemo UU Ciptaker Ditangkap, 15 di Antaranya Anggota Geng Motor

Fathnur Rohman, Okezone · Jum'at 09 Oktober 2020 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 525 2291077 129-pendemo-uu-ciptaker-ditangkap-15-di-antaranya-anggota-geng-motor-fknEN9wUGm.jpg Ilustrasi demontrasi UU Ciptaker di Jakarta berujung ricuh (Foto : Okezone.com)

CIREBON - Polres Cirebon Kota berhasil menangkap 129 orang terkait aksi demo Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) di Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis 8 Oktober 2020 yang berujung anarkis.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Syamsul Huda menjelaskan, dari 129 orang yang diamankan sebanyak 49 orang di antaranya berstatus pelajar dibawah umur, 27 orang yang merupakan mahasiswa, dan 15 anggota geng motor.

"Ada 15 orang dari kelompok geng motor, dan sisanya adalah masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan," kata Syamsul kepada wartawan, Jumat (9/10/2020).

Dia menuturkan, hingga Jumat pagi masih ada beberapa orang yang diperiksa. Sedangkan, untuk pemdemo yang berstatus pelajar dibawah umur, sudah ada yang diserahkan kepada orang tuanya.

"Tadi malam banyak orang tua yang menunggu. Kami arahkan untuk pulang dulu istirahat, dan balik lagi," ujarnya.

Sampai saat ini, lanjut dia, pihaknya belum bisa menetapkan status para pendemo yang ditangkap. Namun ia memastikan proses pemeriksaan masih berjalan.

Sebelumnya menurut Syamsul, aksi unjuk rasa penolakan UU Omnibus Law Ciptaker di depan gedung DPRD Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Kamis kemarin berjalan lancar.

Massa yang terdiri dari beberapa organisasi mahasiswa cipayung plus Cirebon seperti HMI, GMNI, PMII, KAMMI, dan HIMA Persis, menyuarakan penolakannya terhadap pengesahan UU itu.

Syamul menyebut, sebanyak 129 orang pendemo yang ditangkap berasal dari kelompok lain. Awalnya petugas dari Polres Cirebon Kota sudah memberi peringatan agar kelompok tersebut membubarkan diri. Namun, mereka justru melawan dengan melemparkan batu kepada petugas.

Baca Juga : Demo UU Ciptaker Ricuh, Pemkot Jakbar Inventarisir Kerusakan Fasilitas Umum

Ia mengaku, petugas mengerahkan water canon dan gas air mata untuk menghalau pendemo yang bertindak anarkis tersebut. Hingga akhirnya pada Kamis sore, para pendemo itu berhasil diamankan sehingga situasi di sekitar Jalan Siliwangi dan Jalan Kartini Kota Cirebon bisa kondusif.

"Mahasiswa sudah melakukan aksinya dengan tertib dan kooperatif dengan petugas. Setelah menyampaikan orasi ternyata ada kelompok lain. Mereka melakukan pelemparan-pelemparan kepada petugas," ucap dia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini