Motif Pelaku Video Call Cabul Ternyata Depresi DO dari Kampus

Herman Amiruddin, Okezone · Jum'at 09 Oktober 2020 03:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 609 2290776 motif-pelaku-video-call-cabul-ternyata-depresi-do-dari-kampus-BRV7x8fc80.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MAKASSAR - Perbuatan video cabul yang dilakukan pelaku terhadap mahasiswi UIN Alauddin Makassar, karena depresi. Hal itu diungkapkan Kapolda Sulawesi Selatan Jenderal Polisi Merdisyam saat diekspose pengungkapan kasus di Mapolrestabes Makassar.

Kapolda Sulsel Inspektur Jenderal Polisi Merdisyam mengatakan motifnya di balik pelaku untuk melampiaskan hawa nafsu dan kemudian pelaku pernah mengalami kecelakaan. Pelaku juga mengaku melakukan perbuatan tidak terpuji itu karena merasa depresi lantaran di-drop out (DO) dari kampusnya.

"Jadi yang bersangkutan tadinya juga berstatus mahasiswa tapi dikeluarkan," kata Merdisyam.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Teror Video Call Cabul Terhadap Mahasiswa UIN Makassar 

Dikatakan bahwa pelaku ini memang sudah kenal dengan para korban. Pelaku sendiri, kata Merdisyam merupakan senior korban sebelum diberhentikan dari kampus. "Makanya kenal dengan beberapa korban tersebut. Statusnya sudah DO di UIN Alauddin Makassar," lanjut Merdisyam.

Sejauh ini sudah ada 15 mahasiswi yang mengaku menjadi korban tindak pidana pelecehan seksual yang dilakukan pria 26 tahun tersebut. Dari 15 mahasiswi yang mengaku jadi korban kasus ini, 4 orang telah dimintai keterangan oleh polisi.

Sebelumnya, aparat Polda Sulsel berhasil meringkus pelaku video call cabul terhadap beberapa mahasiswi UIN Makassar.

Kasubdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Sulsel, AKBP Jamaludin mengatakan, terduga pelaku teror cabul lewat video call aplikasi pesan WhatsApp, telah diungkap. Namun, pihaknya belum bisa menjelaskan terkait penangkapan pelaku termasuk kronologi penangkapan pelaku teror pamer alat kelamin lewat video call WhatsApp tersebut.

"Datanya sudah saya beri ke Kabid Humas. Pelakunya sudah ketahuan. Tapi nanti humas yang rilis," kata AKBP Jamaludin kepada wartawan di Makassar.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini