Anarkis, 4 Pendemo UU Cipta Kerja Terancam 12 Tahun Penjara

Taufik Budi, Okezone · Sabtu 10 Oktober 2020 00:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 10 512 2291373 anarkis-4-pendemo-uu-cipta-kerja-terancam-12-tahun-penjara-UNCWPr6ljq.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

SEMARANG – Sebanyak empat pengunjuk rasa menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, masih menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Semarang, Jawa Tengah. Mereka diduga melakukan tindakan anarkis.

“Empat orang berinisial IAN, MAM, IRF, NAA kami proses hukum di Polrestabes Semarang,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, Jumat (9/10/2020).

Baca Juga:  Tak Terbukti Lakukan Perusakan, 128 Demonstran UU Ciptaker di Malang Dipulangkan

Menurutnya, beberapa fasilitas publik dan sarana kepolisian telah dirusak massa saat unjuk rasa di Semarang pada Rabu 7 Oktober 2020. Tak hanya kerusakan fasilitas umum, seperti motor dan mobil dinas, hingga pos polisi juga dirusak demonstran, termasuk berakibat petugas polisi luka-luka.

Dia menegaskan, Polri akan menindak tegas massa yang berlaku anarkis saat menggelar unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja. Sebab, mereka bukan lagi menyampaikan aspirasi melainkan melakukan tindak kriminal sehingga harus dihentikan.

"Para Pelaku tindak anarkis ini akan dijerat dengan Pasal 212, 216, 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun," tegas dia.

Baca Juga:  129 Pendemo Terluka Akibat Unjuk Rasa UU Cipta Kerja

Meski terjadi aksi unjuk rasa di berbagai daerah, namun secara umum wilayah Jawa Tengah masih aman dan kondusif. Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi memantau demonstrasi di depan Grand Artos Magelang, Jumat (9/10/2020), guna memastikan kondisi terkendali.

"Tidak ada masyarakat yang boleh mengganggu dan merusak fasilitas umum, sudah kami bubarkan dengan protap Kapolri mulai dari tim Dalmas Sabhara, sampai pasukan Anti Huru Hara Brimob karena eskalasi sudah meningkat anarkis, yang jelas Polri tetap memberi pelayanan terbaik untuk masyarakat," tegas Luthfi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini