Resmi Diluncurkan, Travel Corridor Indonesia-Singapura Berlaku 26 Oktober

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 12 Oktober 2020 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 18 2292120 resmi-diluncurkan-travel-corridor-indonesia-singapura-berlaku-26-oktober-9CyEaAGrDe.jpg Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi. (Foto: Twitter)

JAKARTA – Indonesia dan Singapura sepakat membuka Pengaturan Koridor Perjalanan (Travel Corridor Arrangement/TCA) menyusul negosiasi antara kedua negara. Pengaturan yang di Singapura disebut sebagai Garis Hijau Timbal Balik (Reciprocical Green Line/RGL) itu diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi , hari ini, Senin (12/10/2020).

“Negosiasi Indonesia-Singapura untuk TCA atau RGL dinyatakan telah selesai. Dengan selesainya negosiasi ini, maka secara resmi pada hari ini pula TCA / RGL secara resmi saya luncurkan,” kata Menlu Retno dalam pengarahan pers, Senin. Singapura juga meluncurkan pengaturan ini pada hari yang sama.

BACA JUGA: Bertemu Menlu Singapura, Menlu Retno Bahas Essential Business TCA

Sesuai kesepakatan kedua negara, TCA/RGL akan berlaku 14 hari setelah diumumkan, yang berarti pengaturan ini mulai berjalan pada 26 Oktober 2020.

“Ini berarti kedua negara akan mulai menerima aplikasi pada tanggal 26 Oktober 2020. Perjalanan akan dapat dilakukan segera dalam waktu beberapa hari sesuai proses aplikasi e-visa imigrasi untuk Indonesia dan safe travel pass untuk Singapura,” jelas Menlu Retno.

TCA ini akan berlaku untuk perjalanan bisnis essensial dan perjalanan diplomatik dan kedinasan yang mendesak dan tidak dapat digunakan untuk perjalanan biasa atau perjalanan wisata. Penerapan protokol kesehatan yang ketat akan menjadi bagian utama dari TCA/RGL.

Menlu Retno menjelaskan bahwa pemohon TCA/RGL adalah warga negara dari kedua negara dan penduduk tetap Singapura yang perlu melakukan perjalanan dinas, diplomatik yang mendesak ataupun perjalanan penting bisnis. Para pemohon harus memiliki sponsor dari badan pemerintah atau perusahaan di Singapura dan mengajukan travel pass.

BACA JUGA: Pulihkan Ekonomi dari Covid-19, Indonesia Gandeng UEA dan Korsel

Para pemegang travel pass dapat masuk di lokasi-lokasi tertentu di kedua negara. Pintu masuk berada di dua titik yaitu: Terminal Feri Tanah Merah Singapura – Terminal Feri Pusat Batam untuk pintu masuk dengan Feri, sementara pintu masuk kedua yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Changi.

“Waktu yang tersisa hingga 26 Oktober akan digunakan oleh tim kedua negara untuk berkoordinasi dan terus mematangkan persiapan pada tingkat teknis, sehingga sistem masing-masing betul-betul siap menerima aplikasi TCA/RGL,” tambahnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini