Naik Mobil Komando, Gubernur Sulsel Jelaskan Pentingnya Omnibus Law

Angkasa Yudhistira, Okezone · Selasa 13 Oktober 2020 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 609 2292793 naik-mobil-komando-gubernur-sulsel-jelaskan-pentingnya-omnibus-law-zav6FUTEHH.jpg Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah jelaskan pentingnya omnibus law di atas mobil komando (Foto : Tangkapan layar video Twitter/@nurdinabdullahh)

JAKARTA - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah naik ke atas mobil komando menjelaskan pentingnya Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (UU Ciptaker) pada ribuan demonstran.

Hal itu nampak pada sebuah video yang diunggah Nurdin Abdullah ke akun resmi Twitternya @nurdinabdullahh, yang dilihat Okezone, Selasa (13/10/2020).

"Saya ingin sampaikan sekali lagi, kalian butuh lapangan kerja," ujar Nurdin.

Dia pun menjelaskan sedikit latar belakang kenapa Indonesia membutuhkan UU Omnbibus Law Ciptaker. Salah satunya, banyak aturan yang ada, justru menghambat investasi untuk masuk ke negeri ini.

"Enggak ada yang mau masuk investasi ke Indonesia, birokrasi panjang dan mahal. Siapa yang mau investasi? Tidak ada kepastian," ujarnya.

Dikatakan Nurdin, selama ini ada 79 Undang-Undang dan 2.444 pasal itu menyusahkan investasi. Karena itu, dia mengimbau pada demonstran agar membuka diri pada isi yang tertuang dalam UU Cipta Kerja. "Di balik ada pasal yang memang perlu kita usul untuk direvisi, sari yang bagus juga kita ambil," ujarnya.

Soal keluhan demonstran yang menyatakan adanya pemotongan cuti serta pesangon, dia menagaskan itu tidak benar. "Tadi ada yang mengatakan sudah hilang cuti, tidak ada itu! Dan pesangon justru diperkuat, dulu cuma di perdata, sekarang yang memotong pesangon bisa dipidana," tuturnya.

UMKM, sambungnya, pun tidak ada lagi izin berizin, sekarang bisa dilakukan dengan mudah. "Nelayan kita tadinya 10 macam izin, di omnibus law hanya satu saja, lewat KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan)," kata Nurdin.

Baca Juga : Dirazia Petugas, Pelajar yang Hendak Ikut Demo UU Ciptaker Bawa Jimat

Karena itu, dirinya akan mengumpulkan sejumlah tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, serikat buruh, untuk bersama membedah isi omnibus law. "Kita lihat apa saja yang merugikan rakyat, kita usul untuk diperbaiki. Mohon sama-sama kita baca omnibus law ini. Saya kira tidak ada negara yang mau melihat masyarakatnya sengsara," ujarnya.

"Saya ikut ratas dengan presiden, beliai persilakan seluruh gubernur kasih masukan pasal-pasal yang merugikan apa saja. Maka saya akan menyampaikan pada Bapak Presiden usulan dari Sulawesi Selatan untuk perbaikan. Kita ingin semangat yang sama, ingin Indonesia lebih maju lagi," kata Nurdin.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini