Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jakarta Terpilih Menjadi Tuan Rumah Kongres Ke-33 IPA 2022

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Rabu, 14 Oktober 2020 |22:16 WIB
Jakarta Terpilih Menjadi Tuan Rumah Kongres Ke-33 IPA 2022
Gubernur DKI Anies Baswedan (Foto: Okezone/Fakhrizal Fakhri)
A
A
A

JAKARTA - DKI Jakarta terpilih menjadi tuan rumah Kongres ke-33 International Publisher Association (IPA). Gelaran tersebut akan berlangsung pada 2022. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, Indonesia pernah tampil memukau dunia pada gelaran Frankfurt Book Fair 2015 silam. Indonesia juga membentuk Komite Buku Nasional (KBN) yang berfokus untuk mengenalkan buku dan penulis Indonesia ke dunia.

"Ini adalah gerakan lanjutan. Kami sangat beruntung dan berterima kasih atas pemilihan Jakarta sebagai tuan rumah penyelenggaraan IPA World Congress ke-33 pada tahun 2022. Dengan tanpa melebih-lebihkan, keputusan IPA yang menjadikan Kota Jakarta sebagai tempat penyelenggaraan IPA World Conggres yang ke-33 pada tahun 2022 adalah tepat," ujar Anies dalam keterangannya, Rabu (14/10/2020).

Anies menerangkan, Jakarta merupakan Ibu Kota sehingga dihuni hampir semua etnis dan ragam budaya dari Sabang sampai Merauke. Jakarta juga memiliki infrastruktur perbukuan terbaik dan terlengkap di Indonesia.

Ia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta dalam membangun kota menggunakan pendekatan kolaborasi, di mana warga sebagai co-creator dan pemerintah sebagai kolaborator yang disebut dengan Jakarta City of Collaboration. Termasuk dalam hal literasi dan perbukuan.

Baca Juga:  DPRD DKI Bentuk Pansus KBN Pelabuhan Marunda

Anies menerangkan, pihaknya juga membentuk Tim Jakarta Kota Buku yang menjadi bagian dari IPA Congress 2022. Tim ini terdiri dari sejumlah perangkat daerah di Provinsi DKI Jakarta, para pelaku dunia perbukuan, literasi dan industri penerbitan. Saat ini, tim Jakarta kota buku telah menjadi bagian dari Jakarta City of Collaboration.

"Kami bekerja sama dengan mereka untuk meningkatkan kualitas literasi warga sekaligus memperbaiki iklim dunia industri penerbitan. Kedua hal ini sangat berkait erat. Literasi warga sangat bergantung kepada buku yang mereka baca penerbit bisa menerbitkan buku-buku berkualitas karena didukung oleh iklim yang sehat, seperti nilai-nilai demokrasi, kebebasan berbicara, dan perekonomian yang tumbuh merata," lanjut Anies.

"Target utama dari kegiatan ini adalah meningkatnya kualitas warga Jakarta. Inilah yang akan menjadi modal penting bagi kota ini untuk maju dan bahagia," tambah dia.

Baca Juga:  PSBB Transisi, Pemprov DKI Diharapkan Tetap Menjaga Keseimbangan Penanganan Covid-19 

Mantan Mendikbud itu menerangkan, pihaknya juga akan melakukan berbagai pembangunan infrastruktur untuk menopang industri perbukuan di Jakarta, seperti pembangunan pasar buku di beberapa lokasi di Jakarta dan pembangunan taman buku, atau pojok baca di tempat-tempat publik.

"Kami juga melakukan perbaikan sistem yang ada seperti perpustakaan keliling, kebijakan atau peraturan yang mendukung pembudayaan kegemaran membaca, dan berbagai fasilitas lainya sehingga diharapkan dapat terus meningkatkan minat baca dan tumbuhnya industri penerbitan, apalagi industri penerbitan merupakan salah satu industri yang berkontribusi besar pada kemajuan intelektual bangsa Indonesia," tuturnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement