Dia menerangkan, koordinasi itu dilakukan sebagai langlah pencegahan mengingat pencegahan tersebut bukan hanya kerja polisi saja, tapi juga semua pihak. Jangan sampai para pelajar itu menjadi korban provokasi ataupun pelaku tindak pidana.
"Apalagi, kemarin diamankan itu, orangtuanya tak paham apa yang mereka (anak-anaknya) lakukan, termasuk merekanya juga. Mereka (pelajar) tak tahu apa yang sedang didemokan, mereka hanya tahunya melempar-lempar saja," terangnya.
Dia mengungkapkan, sebagai langkah pencegahan, polisi juga bakal gencar memberikan sosialisasi ke pihak Sudin Pendidikan Jaksel sejak sebelum adanya demo. Nantinya, sosialisasi itu juga diteruskan ke sekolah-sekolah yang ada di Jakarta Selatan.
Selain itu, polisi juga bakal meminta perwakilan dari Sudin Pendidikan Jaksel untuk berada di kantor polisi guna memantau saat ada pelajar yang diamankan. Dengan begitu, pihak sekolah pun bisa langsung dibertahu tentang anak didiknya, termasuk orangtuanya.
"Contoh, seperti demo hari ini, H-1 kita beritahu Sudin Pendidikan akan ada demo, nah dari Sudin akan beritahu ke sekolah sampai ke orangtua untuk diberikan tugas dari sekolah dan diberikan absen dari pagi, siang, hingga sore, ditambah orangtuanya juga memantau lagi," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.