ACEH TIMUR - Penuh liku dan dramatis, begitulah mungkin ungkapan yang pas untuk menggambarkan perjalanan kasus tewasnya Rangga. Bocah tersebut dibunuh saat berupaya melindungi ibunya dari pemerkosaan di pelosok Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.
Kemudian setelah pelaku ditangkap, ia malah tewas dalam sel tahanan pada Minggu 18 Oktober 2020 sekira pukul 02.00 WIB. Tersangka Samsul Bahri tewas usai mengeluhkan sesak nafas dan sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Langsa.
Setelah itu polisi menyerahkan jasadnya kepada keluarga tersangka. Kemudian ia dimakamkan di kampung halamanya di Kecamatan Bireum.
Sementara ditemui di sela pemakaman, kerabat tersangka, Sin mengatakan keluarga tidak mengetahui penyebab kematian Samsul Bahri yang secara mendadak. Namun Sin sudah mengiklaskan kematian pelaku.
"Kita mengikhlaskan semua, cuma kami pun berharap ada penyelesaian keadaan korban (tersangka), penyebab (kematiannya) kami tak tahu," ucap Sin abang Samsul Bahri.
Baca Juga: Pembunuh Bocah SD Rangga Tewas di Sel Tahanan
Sebelumnya Samsul Bahri membunuh Rangga karena bocah SD tersebut menghalangi upaya pemerkosaan yang dilakukannya. Rumah korban terletak jauh dari pemukiman sehingga kejadian tersebut tidak diketahui warga sekitar.
Ibu Rangga yang tanpa busana dalam keadaan terluka melarikan diri dan melaporkan kejadian yang menimpa dirinya ke warga setempat.
Baca Juga: Wabup Pidie Harap Pembunuh Bocah SD Rangga Dihukum Berat