Serbu Bank, Pria Bersenjata Sandera Puluhan Orang, Minta Tebusan Rp7,3 Miliar

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 22 Oktober 2020 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 18 2297826 serbu-bank-pria-bersenjata-sandera-puluhan-orang-minta-tebusan-rp7-3-miliar-UaBpOGkqKe.jpg Ilustrasi.

TBILISI - Polisi di Georgia mengatakan telah membebaskan 43 orang yang disandera oleh beberapa pria bersenjata di sebuah bank pada Rabu (21/10/2020). Media lokal melaporkan pelaku melarikan diri dan masih buron dengan menahan tiga sandera.

Insiden penyanderaan itu terjadi di Kota Zugdidi, Georgia barat. Kementerian Dalam Negeri Georgia tidak berkomentar tentang berapa banyak orang yang disandera atau apa tuntutan yang dibuat oleh penyandera, tetapi menurut media lokal pelaku meminta uang tunai USD500.000 (sekira Rp7,3 miliar).

BACA JUGA: Rusia Dituding di Balik Ribuan Serangan Siber ke Georgia

Saluran TV nasional Mtavari di Georgia melaporkan pelaku yang dipersenjatai dengan granat tangan menyandera karyawan dan pelanggan bank. Dalam rekaman yang ditayangkan, para sandera duduk di lantai sebuah ruangan, dengan seorang pria berpakaian seragam militer dan penutup wajahnya memegang senapan.

Pada Rabu malam, beberapa saluran TV Georgia mengatakan penyerang meninggalkan gedung dengan membawa tiga sandera bersamanya dan keberadaannya tidak diketahui. Dua saluran TV menayangkan rekaman tersangka penculik yang keluar dari gedung dengan tiga pria di depannya.

BACA JUGA: Melawan saat Ditangkap, 3 Perampok Nasabah Bank Ditembak Mati

Menurut laporan, salah satu dari tiga sandera yang masih ditahan tampaknya adalah seorang kepala polisi setempat yang ambil bagian melakukan negosiasi dengan pria bersenjata itu.

Dalam sebuah pernyataan Kamis (22/10/2020) pagi, kementerian mengatakan bahwa 43 sandera yang dibebaskan telah "dipindahkan ke daerah yang aman" dan operasi polisi terus berlanjut, tetapi tidak mengomentari laporan tentang penyerang meninggalkan gedung dengan tiga sandera.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini