Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peringati Hari Santri, Menag Minta Pesantren Jangan Jadi Klaster Covid-19

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Kamis, 22 Oktober 2020 |07:30 WIB
Peringati Hari Santri, Menag Minta Pesantren Jangan Jadi Klaster Covid-19
Menteri Agama Fachrul Razi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) meminta pondok pesantren tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Sehingga, perayaan Hari Santri Nasional 2020 tak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

"Pesantren adalah entitas yang sangat rentan persebaran Covid-19. Maka, kewaspadaan harus selalu ditingkatkan," demikian bunyi teks pidato Menag Fachrul Razi yang dibacakan oleh Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi dalam keterangannya, Kamis (22/10/2020).

Baca Juga: Selamat Hari Santri Nasional 2020

Peringatan Hari Santri Nasional mengambil tema 'Santri Sehat Indonesia Kuat' dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat serta dihadiri Rais Syuriah PBNU Masdar Faris Mas'udi, Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto.

Menurut Menag, keterbatasan fasilitas dan sarana kesehatan adalah titik lemah yang dapat menjadi pintu masuk penularan virus ini di pesantren. Pola interaksi dan komunikasi yang intens di dalam pesantren juga menjadi kebiasaan yang tidak menguntungkan bagi pertahanan terhadap wabah ini.

"Saya yakin, jika santri dan keluarga besar pesantren mampu melampaui pandemi ini dengan baik, insya Allah negara kita juga akan sehat dan kuat," tambahnya.

Untuk membantu pesantren meningkatkan layanan kesehatan, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag telah mengucurkan bantuan operasional pesantren sebesar Rp2,4 triliun. Angka ini memang belum sebanding dengan jumlah pesantren yang mencapai 28.900 di seluruh Indonesia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement