Pecah Kaca Mobil, Kawanan Perampok Gondol Rp50 Juta

Azhari Sultan, Okezone · Kamis 22 Oktober 2020 00:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 340 2297510 pecah-kaca-mobil-kawanan-perampok-gondol-rp50-juta-0e3EFDp2gy.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAMBI - Aksi perampokan dengan modus pecah kaca mobil kembali terjadi di Jambi. Kali ini, di kawasan minimarket Jelutung di Jalan Basuki Rahmad, Kebunhandil Jaya, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.

Akibat kejadian tersebut, korban bernama Amran Lumban Toruan, warga Jalan Lingkar Barat 1, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan, Kotabaru, Kota Jambi mengalami kerugian satu kantong plastik berisi uang tunai sebesar Rp50 juta.

Kasat Reskrim Polresta Jambi AKP Handres saat dihubungi mengakui adanya kejadian tersebut. "Kejadiannya, Senin (19/10) sore kemarin," ujarnya, Rabu (21/10/2020).

Baca Juga:  Suami-Istri Berkomplot Curi Uang Rp20 Juta di Jok Motor Korban

Saat itu, katanya, korban mengendarai mobil dengan nomor polisi BH 1754 NQ dalam keadaan sendirian. Kemudian, korban berhenti di Bank BCA Jelutung untuk melakukan penarikan uang tunai senilai Ro50 juta.

Usai melakukan penarikan uang tunai tersebut, korban kemudian menuju kawasan Kebunhandil. Tanpa ada rasa curiga, korban berhenti di minimarket Indomaret Handil. Namun, sebelum turun dari mobilnya, korban pindahkan uang tersebut ke bawah jok mobil, yakni yang dikemudikan di kursi tengah sebelah kiri bawah.

Selanjutnya, korban menuju ke ATM samping indomaret memakirkan kendaraan. Akan tetapi, tidak lama masuk ke ruang ATM, tiba-tiba seketika ada orang yang menggedor.

"Orang tersebut menyebutkan sambil memanggil korban, Pak kaca mobil Bapak sudah dipecah oleh perampok," ujar Handres menirukan pernyataan saksi.

Baca Juga:  Terekam CCTV, Pencuri Ini Cuma Butuh 20 Detik Bawa Kabur Motor Korban

Selanjutnya, korban keluar dari dalam ATM dan bersama seseorang tersebut berboncengan mengendarai sepeda motor melakukan pengejaran. Namun, pelaku berhasil kabur.

"Modus pecah mobilnya menggunakan sepeda motor roda dua dan bergoncengan. Kita masih buru pelaku," tandasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini