Cuaca Probolinggo Panas Menyengat, Warga Iseng Goreng Telur di Tanah Lapang

Hana Purwadi, iNews · Kamis 22 Oktober 2020 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 519 2297574 cuaca-probolinggo-panas-menyengat-warga-iseng-goreng-telur-di-tanah-lapang-ccfeoWWDyP.JPG Warga Probolinggo goreng telur di tengah lapang (Foto: iNews/Hana)

PROBOLINGGO - Dampak panas menyengat, Warga Kelurahan Tisnogeran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Jawa Timur, melakukan aksi menggoreng terlur di terik matahari.

Sebelumnya mereka terlebih dahulu menjemur penggorengan kosong di tanah lapang selama puluhan menit, kemudian telur tersebut mereka taruh di penggorengan. Setelah ditunggu beberapa saat telur tersebut lama kelamaan berubah menjadi setengah matang.

Kondisi telur setengah matang tersebut setelah ditunggu sekitar 15 menit, kondisinya tidak berubah (setengah matang) akhirnya telur tersebut diambil, untuk digoreng lagi.

Salah satu warga bernama Anggraini (22) menjelaskan, tidak sengaja melakukan aksi tersebut , dan berawal dari cuaca panas yang menyengat yang terjadi di rumahnya.

“Tidak sengaja iseng , ternyata telurnya setengah matang , Saya jemur sekitar setengah jam,“ ujar Anggraini.

Sementara itu, Kepala pelaksana BPBD Kota Probolinggo, Sugito Prasetyo, saat dikonfirmasi menjelaskan, aksi warga tersebut belum bisa dijelaskan secara ilmiah sebelum ada penelitian lebih lanjut.

”Harus dilakukan uji terlebih dahulu, untuk memastikan (efek udara panas bisa matangkan telur),” ujar Sugito.

Sugito menjelaskan, saat aksi tersebut dilakukan, Rabu 21 Oktober, udara di Kota probolinggo mencapai 34 – 35 derajat Celsius, itu merupakan suhu diatas normal yang biasanya hanya berkisar 23 hingga 28 derajat celsius saja.

“Masyarakat harus selalu menjaga stamina dan menjaga kebutuhan air putih agar tidak dehidrasi, apalagi sekarang masa Pandemi Covid-19,“ tambahnya.

Sugito juga berpesan, masyarakat yang membakar sampah hendaknya berhati-hati, karena angin Gending (angin panas) yang masih berlangsung rentan terjadi kebakaran. Sugito lalu memaparkan bahwa cuaca panas tersebut diakibatkan oleh fenomena La Nina di Samudera Pasifik.

Selain itu, dampak badai La Nina ini juga berimbas akan terjadinya curah hujan yang tinggi, oleh sebab itu masyarakat diimbau selalu menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan .

“Masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah tidak sembarangan antisipasi genangan banjir bila turun hujan nanti,” pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini