Sugito menjelaskan, saat aksi tersebut dilakukan, Rabu 21 Oktober, udara di Kota probolinggo mencapai 34 – 35 derajat Celsius, itu merupakan suhu diatas normal yang biasanya hanya berkisar 23 hingga 28 derajat celsius saja.
“Masyarakat harus selalu menjaga stamina dan menjaga kebutuhan air putih agar tidak dehidrasi, apalagi sekarang masa Pandemi Covid-19,“ tambahnya.
Sugito juga berpesan, masyarakat yang membakar sampah hendaknya berhati-hati, karena angin Gending (angin panas) yang masih berlangsung rentan terjadi kebakaran. Sugito lalu memaparkan bahwa cuaca panas tersebut diakibatkan oleh fenomena La Nina di Samudera Pasifik.
Selain itu, dampak badai La Nina ini juga berimbas akan terjadinya curah hujan yang tinggi, oleh sebab itu masyarakat diimbau selalu menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan .
“Masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah tidak sembarangan antisipasi genangan banjir bila turun hujan nanti,” pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.