Tabrak Layang-Layang saat Mendarat Pesawat Citilink Tak Alami Kerusakan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 24 Oktober 2020 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 24 510 2298896 tabrak-layang-layang-saat-mendarat-pesawat-citilink-tak-alami-kerusakan-jT5MRw1eME.jpg Foto: Okezone.

JAKARTA - Pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG 1107 menabrak layang-layang ketika melakukan pendaratan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta pada Jumat (23/10/2020) kemarin. Pesawat Citilink tersebut berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta dan melakukan pendaratan di Bandara Internasional Adi Sucipto Yogyakarta pada pukul 16.46 WIB.

Layang-layang itu ditemukan di roda pesawat sekira pukul 16.49 saat dilakukan pengecekan pesawat setelah pesawat tersebut berhenti dan terparkir di bandara. Kejadian tersebut dipastikan tidak mengganggu lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional Adi Sucipto dan jadwal penerbangan dipastikan berjalan normal.

BACA JUGA: Layang-Layang Tersangkut di Roda Pesawat saat Mendarat di Bandara Adi Sucipto

"Setelah pesawat block on pada parking stand, tim operasional selalu lakukan pengecekan pesawat untuk memastikan keselamatan pasca penerbangan. Saat pengecekan pesawat itu dilakukan, tim operasional menemukan layang-layang yang tersangkut pada bagian atas roda kanan pesawat," kata General Manager Bandara Internasional Adi Sucipto, Agus Pandu Purnama, melalui keterangan resminya, Sabtu (24/10/2020).

“Kemudian setelah ditindak lanjuti lebih dalam, ternyata tidak ditemukan kerusakan apapun pada pesawat. Pesawat dalam kondisi aman dan siap untuk melanjutkan penerbangan," sambungnya.

Atas kejadian tersebut, Agus Pandu mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di area sekitar bandara.

"Layangan akan berbahaya sekali ketika diterbangkan di kawasan sekitar bandara. Jika layangan tersangkut di baling-baling pesawat maka resiko kecelakaan pesawat dan munculnya korban jiwa menjadi sangat tinggi. Hal ini sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang No. 1 tahun 2009 tentang penerbangan," tegas Agus Pandu Purnama.

Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, dijelaskan pada pasal 210 bahwa setiap orang dilarang berada di daerah tertentu di bandar udara, membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara.

Adapun, ancaman pidana penjara selama tiga tahun atau denda maksimal sebanyak Rp1.000.000.000 (satu milyar rupiah) dapat dikenakan bagi pelanggar, sebagaimana diatur dalam pasal 421 ayat 2.

"Akan kami tindak secara tegas bagi siapa pun yang melanggar aturan tersebut," pungkas Agus.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini