Polisi Akan Tindak Tegas Penyerang Posko & Penganiayaan Relawan Kotak Kosong

Chanry Andrew S, iNews · Senin 26 Oktober 2020 02:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 25 340 2299390 polisi-akan-tindak-tegas-penyerang-posko-penganiayaan-relawan-kotak-kosong-vAzpg9WWCB.jpg Bentrok antar relawan (foto: Tangkapan layar)

WAISAI - Jajaran Polres Raja Ampat langsung bertindak cepat menangani kasus penyerangan, terhadap sejumlah relawan Kotak Kosong di kampung Atkari, Distrik Misool Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Akibat dari penyerangan itu, tiga relawan Kotak Kosong (KOKO) mengalami luka-luka. Tiga relawan KOKO yang dianiaya masing-masing, Amir Mudumi dan Bertus Manufandu, serta Sekertaris Tim Sosialisasi Kolom Kosong Noby Numberi. Ketiganya mengalami luka lebam pada bagian wajah dan kepala.

 Baca juga: Relawan Kotak Kosong di Raja Ampat Dianiaya Sekelompok Orang

Aksi penyerangan terhadap relawan KOKO tersebu, berbuntut panjang. Sejumlah relawan KOKO yang tidak terima atas tindakan tersebut, balas menyerang sekretariat Posko pemenangan Paslon Tunggal AFU - ORI yang terletak di kompleks Perumahan 10, Waisai, ibu kota kabupaten Raja Ampat, Papua Barat pada Minggu (25/10/2020) pagi. Akibatnya seorang simpatisan AFU - ORI bernama Hans Dimara mengalami luka serius pada bagian wajah dan tubuhnya.

 Aniaya

Tak sampai disitu saja, kedua kubu nyaris baku hantam di halaman Mapolres Raja Ampat, Minggu pagi tadi. Kedua kubu yang tiba di Mapolres Raja Ampat untuk sama-sama melaporkan aksi penyerangan, dan kekerasan tersebut sempat bertemu muka-muka dengan muka dan nyaris baku hantam.

Kapolres Raja Ampat, AKBP Andre Manuputty bersama sejumlah anggota langsung bertindak tegas untuk melerai kedua kubu yang tersulut emosinya. Salah seorang relawan KOKO wilayah Waisai, ibu kota kabupaten Raja Ampat bernama Agus pun sempat dianiaya oleh sejumlah orang dari kelompok Paslon AFU - ORI yang dituding membawa masa untuk menyerang Posko pemenangan Paslon AFU-ORI.

Insiden ini berawal dari sejumlah orang yang diduga kuat merupakan tim sukses dari pasangan Calon Abdul Faris Umlati dan Orideko Irianto Burdam, mendatangi kampung Atkari untuk membubarkan acara sosialisasi relawan KOKO di kampung tersebut. Mereka lalu melakukan penganiayaan terhadap sejumlah relawan KOKO yang menyebabkan tiga orang relawan KOKO terluka, karena dianiaya dengan alat tajam dan besi.

Dalam penyerangan di kampung Atkari itu, menurut Ketua Relawan KOKO, Charles Imbir, dipimpin oleh seorang oknum anggota DPRD Raja Ampat berinisial FM, dan beberapa orang rekannya masing-masing, MD, SM, RB, LS, LE, HW, RU, dan AJ.

"Kronologi kejadian, dimana sekitar pukul 23:15 WIT, setelah mengakhiri sosialisasi Kolom Kosong di kampung Atkari, Tim Sosialisasi Relawan Kolom Kosong yang di dampingi Pengurus Aliansi Raja Ampat Bersatu (ARAB), mendapat serangan dari sekelompok orang yang diduga dari Tim kandidat FOR 4 disaat Tim Sosialisasi Kolom Kosong sedang beristirahat untuk menikmati hidangan makan malamm" kaya Charles Imbir, kepada Okezone.

"Kelompok yang menyerang Tim Sosialisasi Kolom Kosong menurut keterangan saksi yang ada di tempat kejadian perkara itu antara lain berinisial MD, SM, RB, LS, LE, HW, RU, FM, dan AJ," tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Raja Ampat, AKBP Andre Manuputty membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurut Andre, peristiwa ini berawal dari adanya sosialisasi yang dilakukan oleh relawan Kotak Kosong di kampung Atkari. Namun tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang.

"Informasi awal yang diterima, Tim Sosialisasi Relawan Kotak Kosong bergerak ke Kampung Atkari, Distrik guna melaksanakan sosialisasi untuk Kotak Kosong, kemudian pada saat beristirahat mereka (Tim Koko) ada sekelompok orang mendatangi dan mengancam serta terjadi pemukulan sekitar jam 11 malam minggu berdasarkan informasi. Sehingga korban memutuskan kembali ke waisai untuk membuat laporan polisi di Polres Raja Ampat," kata Andre.

"Namun, ada beberapa pendukung dari relawan KOKO yang berada di Waisai telah mendengar ada pemukulan tersebut, maka mereka melakukan aksi balasan dengan menyerang Posko pemenangan Paslon AFU-ORI," tambahnya.

Ia pun meminta kepada semua pihak untuk menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya penangan kasus ini kepada pihak Kepolisian. Menurut Andre, pihaknya tentu akan menangani kasus ini dengan profesional, baik penyerangan terhadap Relawan Kotak Kosong di kampung Atkari dan penyerangan terhadap Posko pemenangan Paslon AFU-ORI di perumahan 30.

"Biarkan kita menangani untuk proses-prosesnya baik itu kejadian yang terjadi di kampung Atkari maupun di perumahan 30, kami tentunya akan bekerja secara profesional dan transparan. Saya tidak pandang bulu, mau dia itu siapapun, oknum anggota DPRD kabupaten Raja Ampat sekalipun, akan saya tindak tegas jika terbukti melakukan pidana. Semua orang sama kedudukannya di depan hukum di negara ini," tegasnya.

Atas kejadian ini, ia menghimbau, kepada seluruh masyarakat baik kedua belah pihak, tolong menahan diri, apa yang terjadi saat ini menurut Andre biarlah berakhir disini dengan damai, namun proses hukum tetap berjalan.

"Cukup hari ini saja dan merupakan kejadian yang terakhir, sehingga tidak ada lagi aksi-aksi balasan sekaligus tidak ada aksi-aksi pengarahan massa. Cukup sampai disini, selanjutnya biarkan kepolisian yang menanganinya, siapapun yang melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya Pidana kita pasti akan tangani secara tegas dan terukur. Apalagi menyangkut Pilkada ini," tuturnya.

Andre pun meminta kepada semua masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas menjelang pilkada serentak pada 9 Desember 2020 nanti.

"Mari jaga situasi Pilkada dengan cerdas, santun, dan bermatabat, tolong di camkan baik-baik oleh kedua belah pihak, biarkan masyarakat yang menentukan pilihannya masing-masing. Aksi-aksi dalam tahapan kampanye Pilkada ini yang bersifat penyerangan maupun pengrusakan serta bersifat premanisme, saya tidak pandang bulu siapapun yang melakukannya saya tetap tindak tegas," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini