Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polisi Akan Tindak Tegas Penyerang Posko & Penganiayaan Relawan Kotak Kosong

Chanry Andrew S , Jurnalis-Senin, 26 Oktober 2020 |02:01 WIB
 Polisi Akan Tindak Tegas Penyerang Posko & Penganiayaan Relawan Kotak Kosong
Bentrok antar relawan (foto: Tangkapan layar)
A
A
A

WAISAI - Jajaran Polres Raja Ampat langsung bertindak cepat menangani kasus penyerangan, terhadap sejumlah relawan Kotak Kosong di kampung Atkari, Distrik Misool Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Akibat dari penyerangan itu, tiga relawan Kotak Kosong (KOKO) mengalami luka-luka. Tiga relawan KOKO yang dianiaya masing-masing, Amir Mudumi dan Bertus Manufandu, serta Sekertaris Tim Sosialisasi Kolom Kosong Noby Numberi. Ketiganya mengalami luka lebam pada bagian wajah dan kepala.

 Baca juga: Relawan Kotak Kosong di Raja Ampat Dianiaya Sekelompok Orang

Aksi penyerangan terhadap relawan KOKO tersebu, berbuntut panjang. Sejumlah relawan KOKO yang tidak terima atas tindakan tersebut, balas menyerang sekretariat Posko pemenangan Paslon Tunggal AFU - ORI yang terletak di kompleks Perumahan 10, Waisai, ibu kota kabupaten Raja Ampat, Papua Barat pada Minggu (25/10/2020) pagi. Akibatnya seorang simpatisan AFU - ORI bernama Hans Dimara mengalami luka serius pada bagian wajah dan tubuhnya.

 Aniaya

Tak sampai disitu saja, kedua kubu nyaris baku hantam di halaman Mapolres Raja Ampat, Minggu pagi tadi. Kedua kubu yang tiba di Mapolres Raja Ampat untuk sama-sama melaporkan aksi penyerangan, dan kekerasan tersebut sempat bertemu muka-muka dengan muka dan nyaris baku hantam.

Kapolres Raja Ampat, AKBP Andre Manuputty bersama sejumlah anggota langsung bertindak tegas untuk melerai kedua kubu yang tersulut emosinya. Salah seorang relawan KOKO wilayah Waisai, ibu kota kabupaten Raja Ampat bernama Agus pun sempat dianiaya oleh sejumlah orang dari kelompok Paslon AFU - ORI yang dituding membawa masa untuk menyerang Posko pemenangan Paslon AFU-ORI.

Insiden ini berawal dari sejumlah orang yang diduga kuat merupakan tim sukses dari pasangan Calon Abdul Faris Umlati dan Orideko Irianto Burdam, mendatangi kampung Atkari untuk membubarkan acara sosialisasi relawan KOKO di kampung tersebut. Mereka lalu melakukan penganiayaan terhadap sejumlah relawan KOKO yang menyebabkan tiga orang relawan KOKO terluka, karena dianiaya dengan alat tajam dan besi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement