Gasak Emas 2,5 Kg, Komplotan Perampok Ditembak Polisi

Azhari Sultan, Okezone · Selasa 27 Oktober 2020 18:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 340 2300420 gasak-emas-2-5-kg-komplotan-perampok-ditembak-polisi-q2GGOsiNfV.jpg Komplotan perampok emas di Jambi (foto: Okezone.com/Avirista)

JAMBI - Sekitar 4 bulan memburu kawanan perampok emas 2,5 kg di toko emas Sinar Gemilang, milik M Jon yang berada di Pasar Villa, Mayang Mangurai, Kotabaru, Kota Jambi, pada Juli lalu, akhirnya polisi berhasil meringkus pelaku di tempat persembunyiannya.

Tidak hanya diringkus, dari 4 orang pelaku, yakni Hasan Nusi alias Komeng (37), Nurdin (45), Indra Wahyu alias Nanang (33) dan Rudi Setiawan alias Sunardi (38), tapi Nurdin, Indra dan Sunardi harus menerima timah panas petugas, lantaran berusaha melawan saat penangkapan.

Kapolresta Jambi Kombes Dover Christian mengatakan, keempat pelaku diamankan di tempat berbeda.

"HS diringkus di Mestong, Kabupaten Muarojambi, sedangkan NR, RS dan IW ditangkap di Kecamatan Tujuh Koto Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi," ungkapnya, Selasa (27/10/2020).

 Penangkapan

Terungkapnya kasus yang menyita masyarakat tersebut, setelah petugas mendapatkan informasi adanya keberadaan para pelaku. Benar saja, saat dilakukan penangkapan para pelaku tidak berkutik. Bahkan tiga orang pelaku harus dihadiahi timah panas petugas.

"Ketiga pelaku NR, IW dan RS mengadakan perlawanan saat penangkapan dan akan melarikan diri. Lagian mereka memiliki senpi, jadi terpaksa dilumpuhkan petugas," tegas Dover.

Diakuinya, saat melakukan aksi perampokan di toko emas Gemilang keempat tersangka menggunakan senjata api (senpi).

"Setelah kita periksa, senpi tersebut adalah senpi rakitan," imbuhnya.

Sebelumnya, keempat tersangka nekat merampok toko emas milik M Jon di Pasar Villa, Mayang Mangurai, Kotabaru, Kota Jambi. Dengan menggunakan senpi yang dibawanya, mereka berhasil menggasak seluruh emas yang berada di etalase toko korban.

Setelah dihitung, emas yang diambil pelaku seberat sekitar 2 l,5 kg atau jika dirupiahkan, sekitar Rp2 Miliar. Akibat perbuatannya, para pelaku harus mendekam di sel tahanan Polresta Jambi. Tidak hanya itu, mereka terancam pidana kurungan selama 12; tahun.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini