Polisi Tetapkan 13 Tersangka Perusakan Kantor Nasdem Makassar

Herman Amiruddin, Okezone · Selasa 27 Oktober 2020 00:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 609 2300001 polisi-tetapkan-13-tersangka-perusakan-kantor-nasdem-makassar-4eKMMjgz4V.jpg Demo tolak UU Cipta Kerja di Makassar ricuh. (Foto : iNews/M Nur Bone)

MAKASSAR – Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam, merilis hasil pengembangan kasus pembakaran mobil milik Partai NasDem. Rilis gelar perkara soal demo berujung anarkis tersebut dilakukan di Mapolrestabes Makassar, Senin (26/10/2020).

Kapolda Sulsel, Irjen Merdisyam mengatakan, dari hasil pengembangan, penyidik Satreskrim Polrestabes Makassar menetapkan 13 tersangka dalam kasus perusakan sejumlah fasilitas serta kendaraan di kawasan Jalan Pettarani dan kantor salah satu partai politik.

"Total ada 13 tersangka. Tiga di antaranya masih di bawah umur dan satu orang tersangka hasil pemeriksaan urine positif amfetamin diduga menggunakan narkoba," kata Merdisyam.

Para tersangka terdiri atas enam mahasiswa berinisial SP (24), MAA (18), IR (18), AMR (18), AMT (18), dan AM (21) lalu empat warga berinisial MA (18), MS (22), MR (24), dan MRN (18), serta tiga orang anak di bawah umur A (17), AS (17), dan RJ (16).

Belasan tersangka disebut terlibat dalam pembakaran satu ambulans, motor, dan perusakan kantor DPC Nasdem Makassar. Selain itu, para pelaku turut merusak CCTV minimarket, pos penjagaan sekuriti hotel sampai papan reklame di kawasan tersebut.

Sebelumnya, ada 11 orang dari 21 orang yang diamankan di lokasi kerusuhan. Dalam penyelidikan lanjutan, dua orang tersangka menyusul. Kejadian itu berawal saat aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja berlangsung, Kamis (22/10/2020) malam.

Khusus anak di bawah umur, kata Merdisyam, dari hasil penyelidikan dan penyidikan, mengakui hanya ikut-ikutan.

"Ada juga karena melihat ajakan di media sosial. Warga juga seperti itu. Kalau mahasiswa mereka memang merencanakan demo anarkistis," ucapnya.

Para tersangka yang masih di bawah umur akan dijerat dengan pasal 170 ayat 1 dan pasal 187 juncto pasal 55 KUHPidana. Ancaman hukuman di atas lima tahun.

Baca Juga : Polisi Buru Demonstran Perusak Fasilitas Publik saat Demo UU Ciptaker di Makassar

Khusus untuk tersangka anak di bawah umur, mereka akan diserahkan ke lembaga pengawasan khusus anak. Penyerahan seiring dengan penyidikan dan perampungan berkas perkara lainnya.

Baca Juga : Demo Ricuh di Makassar, 11 Ditahan & Seorang Positif Narkoba

 

"Dalam proses untuk diserahkan ke kantor rehabilitasi anak serta, penyidik masih sementara merampungkan berkas perkara lainnya untuk dilimpahkan ke kejaksaan. Karena mekanisme hukum anak di bawah umur berbeda dengan orang dewasa," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini