Gerombolan Bersenjata Serang Universitas Kabul, Baku Tembak dengan Pasukan Keamanan

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 02 November 2020 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 02 18 2302924 gerombolan-bersenjata-serang-universitas-kabul-baku-tembak-dengan-pasukan-keamanan-ODjeeLSWud.jpg Pasukan keamanan Afghanistan merespons serangan kelompok bersenjata di Universitas Kabul, 2 November 2020. (Foto: Reuters)

KABUL - Sejumlah pria bersenjata menyerbu Universitas Kabul menjelang pembukaan pameran buku Iran, melukai setidaknya enam orang, demikian disampaikan pejabat pemerintah Afghanistan.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Tariq Arian mengatakan beberapa pria bersenjata telah memasuki kampus, membuat mahasiswa melarikan diri. Dia mengatakan pasukan keamanan telah memblokir kampus dan membalas tembakan ke arah orang-orang bersenjata itu.

BACA JUGA: Incar Wapres Afghanistan, Ledakan Bom di Kabul Tewaskan 10 Orang

Taliban membantah terlibat dalam serangan itu. Pusat pendidikan Afghanistan sering menjadi sasaran militan dalam beberapa tahun terakhir.

"Kami tidak tahu apakah kami akan menghadapi serangan terkoordinasi atau yang lainnya," kata Arian sebagaimana dilansir BBC.

Hamid Obaidi, juru bicara kementerian pendidikan tinggi Afghanistan, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa serangan dimulai ketika pejabat pemerintah diperkirakan akan tiba untuk pembukaan pameran.

Rekaman video dari tempat kejadian menunjukkan siswa berjalan dan melarikan diri dari universitas, dengan suara tembakan di latar belakang. Beberapa orang terlihat memanjat dinding untuk melarikan diri.

Wakil Juru Bicara Kementerian Kesehatan Masooma Jafari mengatakan kepada AFP bahwa empat orang telah dibawa ke rumah sakit.

Bulan lalu, serangan di luar pusat pendidikan di Kabul oleh kelompok Negara Islam (IS) menewaskan 24 orang. Kelompok itu juga mengaku bertanggung jawab atas serangan 2018 di depan universitas yang menewaskan puluhan orang.

BACA JUGA: Trump Ingin Tarik Semua Pasukan AS dari Afghanistan Sebelum Natal

Kekerasan di Afghanistan memburuk dalam beberapa bulan terakhir bahkan ketika Taliban melakukan pembicaraan damai dengan pemerintah di Doha, Qatar.

Seorang pejabat senior PBB mengatakan kepada BBC pekan lalu bahwa al-Qaeda masih "tertanam kuat" di dalam Taliban, meskipun ada jaminan dari pejabat Taliban kepada Amerika Serikat (AS) bahwa mereka akan memutuskan hubungan dengan kelompok teror tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini