Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Beroperasi 14 Tahun, Klinik Aborsi di Pandeglang Telah Layani 100 Pasien

Mahesa Apriandi , Jurnalis-Selasa, 03 November 2020 |13:37 WIB
Beroperasi 14 Tahun, Klinik Aborsi di Pandeglang Telah Layani 100 Pasien
Polda Banten rilis pengungkapan klinik aborsi ilegal. (Foto : Mahesa)
A
A
A

RY mengaku tidak menghendaki lahirnya bayi dari kandungannya. “Kuat dugaan bayi dalam kandungan ini hasil hubungan gelap yang tidak diinginkan oleh kedua orang tersangka,” kata dia.

Selain itu, petugas menetapkan E selaku asisten bidan NN sebagai tersangka. Akibat peristiwa tersebut, bidan NN diancam Pasal 194 Jo pasal 73 (2) Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda Rp1 miliar. “Pelaku yang menggugurkan,” katanya.

Baca Juga : Polisi Tangkap Bidan yang Membuka Praktik Aborsi

Sementara tersangka RY yang menggugurkan kandungan diancam Pasal 346 dan atau pasal 348 (1) KUHPidana Jo Psl 55 (1) ke 1 KUHPidana. “Paling lama 5 tahun penjara,” ucapnya.

Saat ini proses penyelidikan masih berlanjut yang bersangkutan ditahan di Polda Banten.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement