Tak Digaji 3 Bulan, Ratusan Karyawan RSUD Cikalongwetan Protes

Adi Haryanto, Koran SI · Selasa 03 November 2020 03:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 03 525 2303103 tak-digaji-3-bulan-ratusan-karyawan-rsud-cikalongwetan-protes-X7hPNo28aB.jpg Spanduk protes karyawan RSUD Cikalongwetan (Foto: Adi Haryanyo)

BANDUNG BARAT - Ratusan karyawan dan tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), belum menerima gaji serta insentif tenaga ahli dan jasa pelayanan.

Tunggakan gaji dan insentif kepada total 309 karyawan TKK dan tenaga medisnya itu sudah berlangsung selama tiga bulan. Akibat kekecewaan tersebut, spanduk yang bertuliskan soal tuntutan hak dan sindiran kepada pihak manajemen dipasang di RSUD.

Tulisan itu di antaranya "Mana hak karyawan? Jangan hanya bisa memberikan tuntutan kepada karyawan". Kemudian "Pimpinan sibuk cari pujian sana sini, karyawan sibuk cari sampingan untuk keluarga yang dikasihi". Namun kini spanduk-spanduk itu sudah diturunkan.

Baca Juga:  Tak Digaji 6 Bulan, Bupati Jember: Saya Memahami Situasi Politik

Dikonfirmasi hal ini, Direktur Utama RSUD Cikalongwetan, Ridwan Abdullah Putra membenarkan jika ada tunggakan gaji yang belum dibayarkan kepada karyawannya. Pihaknya sudah menyampaikan informasi melalui surat resmi no 441/A.2/RSUD-CW/0074/VIII/2020, tanggal 31 Agustus 2020.

Direktur RSUD 

Di surat itu tertulis bahwa kendala pembayaran gaji karyawan dan petugas medis itu terkendala karena peralihan status RSUD Cikalongwetan menjadi BLUD. Sehingga gaji September-Desember akan dialihkan lagi ke APBD KBB karena pendapatan BLUD RSUD belum sanggup mengcover semua itu.

"Anggarannya memang tidak ada, makanya sedang menunggu progres anggaran di APBD perubahan serta mencari alokasi anggaran yang ada," terangnya, Senin (2/11/2020).

Setahun RSDU Cikalongwetan harus mengalokasikan anggaran lebih dari Rp9 miliar untuk keperluan gaji karyawan dan tenaga medisnya. Untuk karyawan TKK mendapat gaji Rp2,5-3 juta/bulan sesuai jenjang pendidikan. Sementara untuk insentif atau jasa pelayanan nominalnya berbeda-beda sesuai dengan poin yang telah ditentukan.

Baca Juga: Tak Digaji 3 Bulan, Guru Honorer Terpaksa Ngutang untuk Kebutuhan Mengajar 

Disinggung soal solusi pembayaran gaji, Ridwan menyebutkan akan mencoba mencari anggaran yang ada agar kebutuhan hidup karyawan dan keluarganya bisa tertangani. "Coba cari anggaran yang ada. Paling tidak untuk yang tunggakan satu bulan bisa dibayar Rabu (4/11) sedangkan sisanya nunggu anggaran perubahan," ucapnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini