Narkoba Jenis Baru Incar Anak-Anak, Pemesanan Lewat Medsos

Taufik Budi, Okezone · Rabu 04 November 2020 15:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 04 512 2304134 narkoba-jenis-baru-incar-anak-anak-pemesanan-lewat-medsos-yWEeKwNyzf.jpg Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Benny Gunawan (Foto: Okezone/Taufik Budi)

SEMARANG - Penyebaran narkotika di Jawa Tengah kian memprihatikan. Terlebih kini muncul narkotika jenis baru yang mengincar anak-anak. Cara pemesanannya pun cukup mudah, yakni memanfaatkan jaringan media sosial.

“Persebaran narkotika jenis baru di Jawa Tengah ini yang kita namakan new psychoactive substances (NPS), sekarang sudah banyak beredar di Jawa Tengah,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Brigjen Pol Benny Gunawan, kepada awak media, saat gelar kasus di halaman Kantor BBNP Jateng, Rabu (4/11/2020).

Dia menjelaskan, narkotika jenis baru yang banyak beredar berupa ganja sintetis. Daerah-daerah yang menjadi target persebaran narkotika jenis baru yakni Kabupaten Tegal, Kota Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Banjarnegara.

“Yang paling banyak beredar adalah ganja sintetis dalam bentuk tembakau gorila dan tembakau hanoman. Dan yang sangat miris memprihatinkan melibatkan remaja usia produktif bahkan sebagian masih anak-anak di bawah umur,” terangnya.

“Juga modus operandinya dipesan melalui media sosial Instagram Facebook, melalui jasa pengiriman atau ekspedisi,” imbuh jenderal bintang satu itu.

Dia menambahkan, petugas gabungan BNN Jateng dan Kanwil Bea & Cukai Jateng-DIY, Kantor Bea & Cukai Semarang , baru saja mengungkap kasus peredaran narkotika jenis baru. Pada Sabtu 24 Oktober, petugas menerima informasi adanya paket diduga narkotika ke Kecamatan Boja Kabupaten Kendal.

“Tim gabungan melakukan operasi bersama dalam bentuk controlled delivery (pengiriman di bawah pengawasan petugas),” lugasnya.

Baca Juga: Heboh Permen Ganja Masuk Jateng, Dikirim Lewat Jasa Ekspedisi

Bertempat di depan Kantor J&T Express, Jalan Pemuda Nomor 78 Desa Jagalan Boja Kendal, tim gabungan menangkap 2 anak di bawah umur. Masing-masing berinisial ABA (16) kelas 3 SMA dan DKW (14) kelas 1 SMA, sesaat setelah mengambil paket barang kiriman yang di dalamnya berisi 2 plastik berisi tembakau gorilla (syntetic canabinoid) seberat 4,5 gram.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, ABA ternyata disuruh oleh saudaranya untuk mengambil paket tersebut. Tim Gabungan kemudian mengamankan saudara ABA berinisial FM di rumahnya Dusun Krajan Desa Bebengan Kecamatan Boja Kendal,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan terungkap, tersangka mengaku membeli tembakau gorilla melalui Instagram. Tersangka dikenakan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini