Polisi Serahkan Berkas Perkara Penganiayaan Anggota Moge ke Kejari Bukittinggi

Wahyu Sikumbang, iNews · Jum'at 06 November 2020 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 340 2305401 polisi-serahkan-berkas-perkara-penganiayaan-anggota-moge-ke-kejari-bukittinggi-sjziIiV33o.jpg Foto: iNews/Wahyu Sikumbang

BUKITTINGGI - Penyidikan kasus penganiayaan oleh rombongan pengendara moge Harley Owners Group (HOG), terhadap dua prajurit TNI yang terjadi di Kota Bukitinggi, Sumatera Barat, pekan lalu, terus berlanjut.

Hari ini, Jumat (6/11/2020) siang, Kapolres Bukititnggi menyerahkan berkas perkara tahap satu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Sementara Dandim 0304 Agam, mewakili korban, mengapresiasi penyelidikan oleh kepolisian yang berlangsung cepat dan transparan.

Satu pekan paska kejadian, berkas perkara tahap pertama kasus dugaan tindak pidana penganiayaan dua prajurit TNI, dengan tersangka Michael Simon dan kawan-kawan, diserahkan Polres Bukittinggi kepada Kejaksaan Negeri Bukittinggi.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, para tersangka dijerat Pasal 170 juncto Pasal 351 juncto Pasal 56 KUHP.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara, menyebutkan, berkas yang dikirim terdiri dari dua bundel rangkap dua, untuk pelaku anak di bawah umur, dan untuk empat tersangka lainnya.

"Kami mengirimkan 2 berkas, yang pertama berkas untuk anak yang berurusan dengan hukum kemudian satu berkas lagi adalah untuk 4 tersangka lainnya yang dewasa," jelasnya.

"Untuk sementara ini dari keterangan saksi dan alat bukti yang kita dapat bahwa yang melakukan perbuatan tindak pidana 170 dan 351 adalah lima orang ini dengan barang bukti yang diamankan yaitu pakaian yang dipakai pada saat mereka melakukan tindak pidana tersebut seperti jaket, celana, sepatu, helm kemudian CCTV dan dari video yang viral," jelasnya

Penyerahan berkas perkara tahap pertama oleh Polres Bukittinggi kepada kejaksaan ini, didampingi juga oleh Dandim 0304 Agam, Letkol Yosip Brozti Dadi, mewakili korban yang merupakan anak buahnya.

"Saya diminta untuk menyaksikan pengiriman berkas tahap I. Tentunya kita di sini mengapresiasi langkah Polres Bukittinggi yang telah melaksanakan penyidikan secara cepat dan transparan," jelasnya.

Diketahui, kasus penganiayaan oleh rombongan pengendara motor gede, HOG Siliwangi Bandung Chapter, terhadap dua prajurit TNI anggota intel Kodim 0304 Agam, terjadi di Jalan Hamka, Simpang Tarok, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Jumat 30 Oktober pekan lalu.

Dari keterangan saksi dan alat bukti, hingga Jumat polisi telah menetapkan empat tersangka dan satu pelaku anak di bawah umur.

Masing-masing bernama Michael Simon alias MS (49), Jhavier Al Havis Daffa alias Daffa (26), R Heryanto Sudarmadi alias Pak Ade (48) dan Teteng Rustandi alias Teteng (33).

Lalu satu orang pelaku berstatus anak yang berurusan dengan hukum (ABH) berinisial BSA pelajar kelas satu SMA berusia 16 tahun.

Para tersangka ditahan di rutan Polres Bukittinggi, dan dijerat Pasal 170, juncto Pasal 351, juncto Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini