Oknum TNI Diduga Aniaya Warga di Depan Danramil

Joni Nura, iNews · Selasa 10 November 2020 18:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 340 2307465 oknum-tni-diduga-aniaya-warga-di-depan-danramil-m39KFmYrQL.jpg Korban penganiayaan oknum TNI (foto iNews)

LEMBATA – Seorang warga bernama Anso Lamabelawa (22), diduga dianiaya oleh sejumlah oknum TNI AD di Markas Koramil Lewoleba. Penganiayaan tersebut ternyata juga dilakukan di hadapan Danramil 1624/03 Lewoleba, Mayor Chb Ikhsan.

Hal ini disampaikan Marsel Pepak selaku ayah korban yang melihat langsung penganiayaan terhadap anaknya itu terjadi.

“Orangtua mana yang tega melihat anak sendiri dianiaya begitu. Hati saya sakit sekali,” ungkapnya kepada wartawan di kediamannya, Wangatoa, Selasa (10/11/2020).

Peristiwa penganiayaan ini dituturkan Marsel disulut perkelahian di tempat pesta syukuran anggota baru TNI AD, pada Sabtu (7/11/2020).

Kehadiran Anso pada malam syukuran itu dijelaskan Marsel karena berteman dengan anggota TNI baru tersebut sejak kecil dan kemungkinan akibat mabuk hingga terjadi perkelahian.

“Di tempat pesta malam itu mereka sudah selesaikan. Tapi besoknya Anso dijemput tanpa sepengetahuan kami orangtua,” sambungnya.

Insiden perkelahian ini ternyata berlanjut hingga Anso dibawa ke Markas Koramil Lewoleba pada Minggu malam dan dianiaya di hadapan Danramil 1624/03 Lewoleba, Mayor Chb Ikhsan.

Penganiayaan ini pun disaksikan sendiri oleh Marsel yang langsung datang ke Markas Koramil Lewoleba, setelah mengatahui anaknya dibawa ke Markas Koramil Lewoleba. “Kalau kami tidak ikut ke sana maka kami tidak tahu lagi anak kami jadi apa,” sambungnya.

Pada saat kejadian, dirinya sempat berupaya melakukan negosiasi agar penganiayaan terhadap Anso dihentikan.

(Baca juga: Kisah Kopral Bakri, Legenda Hidup Marinir Berusia Hampir 100 Tahun)

“Sekitar pukul 23.00 Wita, saya bawa Anso pulang ke rumah dan telinganya sedang keluar darah, wajah lebam, sesak napas dan rasa sakit pada bagian tulang rusuk,”ujarnya.

Menanggapi hal itu, Danramil 1624/03 Lewoleba Mayor Chb Ihsan, kepada wartawan mengatakan, peristiwa yang terjadi di markasnya untuk tujuan mulia yakni melakukan pembinaan terhadap masyarakat yang melakukan tindakan yang berdampak pada ketertiban.

(Baca juga: Mengenang Perjuangan Kolonel Sentot, Komandan Pasukan Setan yang Kebal Peluru)

Namun demikian, Ihsan telah mengakui terhadap perbuatan anggotanya yang terlibat penganiayan dan telah diberi pembinaan.

“Kepada pihak keluarga, kami juga sudah sampaikan permohonan maaf baik secara pribadi maupun institusi atas kekeliruan ini. Anggota kami juga harus diberi pembinaan,” ucapnya.

Bentuk pembinaan yang diberikan kepada para anggota TNI AD tersebut berupa teguran dan kemudian dibina, juga melakukan pendekatan secara kekeluargaan.

Ihsan berharap, dengan pendekatan ini dapat terbangun berkomunikasi sehingga ke depan tidak berkelanjutan.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini