Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dua Muslim Terpilih Sebagai Anggota Parlemen Myanmar

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 11 November 2020 |17:40 WIB
Dua Muslim Terpilih Sebagai Anggota Parlemen Myanmar
Pendukung Partai NLD merayakan kemenangan partainya dalam Pemilu Myanmar, 9 November 2020. (Foto: Reuters)
A
A
A

MYANMAR – Dua Muslim terpilih sebagai anggota parlemen Myanmar, negara di mana penduduk minoritas Muslim mengalami diskriminasi yang menarik perhatian internasional. Sithu Maung dan Win Mya Mya adalah dua kandidat Muslim dari Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi yang berkuasa.

Sithu Maung terpilih dengan 80 persen suara di daerah pemilihan Yangon, salah satu daerah dengan etnis paling beragam di Myanmar. Daerah tersebut memiliki sekira 30.000 penduduk yang hampir terbagi rata antara penganut Buddha dan Muslim serta minoritas Rakhine, Cina dan India.

BACA JUGA: Konflik Rohingya, Tragedi Kemanusiaan yang Jadi Sorotan Dunia Sepanjang 2017

Pria berusia 33 tahun itu mengatakan bahwa Myanmar membutuhkan seseorang yang membantu memperjuangkan hak-hak minoritas yang tertindas.

"Saya akan bekerja untuk orang-orang dari semua agama, terutama mereka yang didiskriminasi dan ditindas atau dirampas hak asasi manusia," janjinya sebagaimana dilansir AFP.

Meski begitu, dia menolak untuk secara publik ditarik membahas isu Rohingya, yang persekusinya telah menodai reputasi pemimpin partai NLD, Aung San Suu Kyi.

Operasi militer Myanmar pada 2017 telah memaksa ratusan ribu Muslim Rohingya melarikan diri karena kekerasan, yang sekarang membuat negara itu menghadapi tuduhan genosida. Sebanyak 600.000 warga Rohingya lainnya tetap berada di Myanmar dan hidup dalam apa yang disebut kelompok hak asasi sebagai kondisi apartheid.

Muslim berjumlah sekitar empat persen dari populasi nasional Myanmar dan mengalami diskriminasi. Selain etnis Rohingya, Muslim dari etnis lain, yang secara resmi diterima sebagai warga negara, juga biasanya menghadapi diskriminasi.

BACA JUGA: Suu Kyi: Kasus Genosida Terhadap Myanmar "Tak Lengkap dan Menyesatkan"

Seperti kebanyakan orang, Sithu Maung harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan KTP yang berlabel etnis "darah campuran", menurunkannya ke antrean berbeda di kantor-kantor pemerintah yang membuat orang sangat rentan terhadap korupsi.

"Orang yang belum mengalaminya tidak bisa mengerti seperti apa," katanya.

Dengan sentimen nasionalis Buddha garis keras yang semakin tinggi, ia kemudian disingkirkan sebagai calon NLD yang potensial untuk pemilu 2015. Tidak ada Muslim sama sekali yang terpilih menjadi anggota parlemen pada pemilu di tahun itu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement