Usut Kasus Video Mesum Diduga Ketua PDIP Pangkep, Polisi Periksa 4 Saksi

Saharuddin, Okezone · Kamis 12 November 2020 17:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 609 2308623 usut-kasus-video-mesum-diduga-ketua-pdip-pangkep-polisi-periksa-4-saksi-0KA1Ll6oZU.jpg Kapolres Pangkep AKBP Endon Nurcahyo (Foto: Saharuddin)

SULSEL - Petugas Polres Pangkep, Sulawesi Selatan terus mendalami video asusila yang sebelumnya sempat viral di media sosial, yang diduga melibatkan anggota DPRD sekaligus Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Pangkep.

Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas menjelaskan jika yang bersangkutan sempat mengaku, jika pemeran dalam video tersebut adalah dirinya.

Meski sebelumnya, terduga pelaku sempat membantah tudingan yang dialamatkan padanya. Namun, dari hasil pemriksaan petugas, yang bersangkutan sempat mengaku jika pemeran dalam video asusila tersebut adalah dirinya.

Hingga saat ini, petugas kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi, termasuk terduga pelaku.

Baca Juga: Polisi Selidiki Video Mesum Diduga Oknum DPRD Pangkep

Lokasi dalam video asusila yang diduga melibatkan oknum anggota dewan ini diduga terjadi di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Meski begitu, petugas masih terus melakukan upaya pendalaman termasuk melibatkan ahli guna mengungkap kebenaran yang sebenarnya.

"Pemeriksaan awal yang bersangkutan bahwa itu video yang bersangkutan, kemudian kami lakukan pemeriksaan kepada yang lain. Saat ini, empat orang yang sudah dilakukan pemeriksaan," ujar Kapolres Pangkep AKBP Endon Nurcahyo, Kamis (12/11/2020).

Sepekan sebelumnya, video berdurasi sekitar 12 detik itu memperlihatkan terduga pelaku sedang berhubungan layaknya suami istri di dalam ruangan. Video asusila ini sebelumnya di unggah melalui media sosial Facebook dengan mengalamatkan pada terduga pelaku yang merupakan ketua DPC PDIP di Pangkep.

Baca Juga: Viral Video Mesum Diduga Oknum Anggota DPRD Pangkep

Terduga pelaku sempat membantah tuduhan itu. Bahkan, menilai hal ini sengaja dilakukan oleh seseorang untuk menjatuhkan nama baik dan partainya, serta kandidat yang diusung oleh partai berlambang banteng itu di momen pilkada tahun ini.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini