Kelompok Bersenjata Bantai 34 Warga Sipil dalam Serangan Bus di Ethiopia

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 16 November 2020 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 18 2310306 kelompok-bersenjata-bantai-34-warga-sipil-dalam-serangan-bus-di-ethiopia-BFeQSXTx6L.jpg Perdana Menteri Ethiopia Aby Ahmed. (Foto: Reuters)

ADDIS ABABA - Kelompok bersenjata membantai puluhan orang dalam sebuah serangan “mengerikan” di bus yang membawa warga sipil di Ethiopia barat, demikian dilaporkan badan hak asasi manusia (HAM) negara itu.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (15/11/2020), Komisi Hak Asasi Manusia Ethiopia (EHRC) mengatakan bahwa perkiraan jumlah korban dari serangan itu mencapai 34 dan kemungkinan akan bertambah. Serangan itu terjadi di wilayah administrasi Debate di wilayah Benishangul-Gumuz pada Sabtu (14/11/2020).

BACA JUGA: Pangkalan Militer Diserang, Ethiopia Nyatakan Kondisi Darurat

Sejauh ini belum ada informasi langsung tentang pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Serangan itu terjadi di tengah konflik yang meningkat antara pemerintah Ethiopia dan wilayah Tigray di utara negara itu yang dilaporkan telah menewaskan ratusan orang dan mengirim lebih dari 20.000 orang melarikan diri melewati perbatasan di Sudan.

Tidak ada kaitan yang diketahui antara kekerasan di Benishangul-Gumuz dan operasi militer di Tigray.

Serangan terhadap bus penumpang, yang sedang menuju dari Wonbera ke Chagni, terjadi di bagian Ethiopia yang baru-baru ini mengalami serentetan serangan mematikan terhadap warga sipil.

Kepala EHRC Daniel Bekele mendesak otoritas regional dan federal untuk bekerja sama dalam strategi untuk Benishangul-Gumuz karena "kecepatan yang tak henti-hentinya" dari serangan di wilayah tersebut.

BACA JUGA: Usaha Kudeta di Ethiopia: Panglima Militer Ditembak Mati oleh Pengawal, Internet Dimatikan

“Serangan terbaru merupakan tambahan yang suram dari korban jiwa yang kami tanggung secara kolektif,” katanya sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Pemerintah Perdana Menteri Abiy Ahmed hanya memberikan sedikit informasi tentang kekerasan baru-baru ini di Benishangul-Gumuz, khususnya di zona Metekel, tempat Debate berada. Pada Oktober, 12 orang tewas dalam serangan di zona tersebut, sementara 15 lainnya tewas dalam serangan serupa pada September.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini