Kesal Tak Diberi Jalan, Rombongan Pengantar Jenazah Keroyok Sopir Truk

Bugma, iNews · Selasa 17 November 2020 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 609 2311220 kesal-tak-diberi-jalan-rombongan-pengantar-jenazah-keroyok-sopir-truk-ZrHZ0HM64t.jpg Mobil truk dirusak pengantar jenazah (Foto: iNews/Bugma)

GOWA - Puluhan rombongan pengantar jenazah di Gowa Sulawesi Selatan, Selasa (17/11/2020) mengeroyok seorang sopir dan merusak mobil truk yang melintas di jalan raya. Akibatnya kaca depan mobil korban rusak parah, sementara sang sopir mengalami luka memar di wajah.

Kericuhan antara rombongan pengantar jenazah dengan seorang sopir truk ini terjadi di Jalan Poros Pallangga, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.

Puluhan rombongan pengantar jenazah asal Kota Makassar yang merasa dihalangi oleh mobil korban tiba-tiba menarik paksa dan mengeroyok sopir truk. Aksi anarkis puluhan pengantar jenazah bahkan berlanjut dengan merusak kaca depan truk hingga mengalami rusak berat.

Meski sempat melakukan perlawanan, sopir truk pun akhirnya pasrah hingga para pelaku melarikan diri. Polisi yang melintas di lokasi bahkan tak mampu meredam aksi anarkis massa pengantar jenazah, yang dinilai sangat meresahkan warga dan pengguna jalan.

Meski mengalami kerusakan parah, sopir truk memilih untuk melanjutkan perjalanan. Menurut saksi mata, sebelumnya puluhan rombongan pengantar jenazah memaksa agar truk memberikan jalan.

"Namun karena kondisi jalan yang padat kendaraan dan sempit, truk tidak dapat menyingkir," jelas salah seorang saksi mata, Fadly.

Hingga kini, aparat kepolisian Polres Gowa masih menunggu laporan korban, untuk dilakukan penindakan hukum.

"Kita tunggu laporan korban, baru ada penindakan," jelas Kasubbag Humas Polres Giwa, AKP Mangatas Tambunan.

Kejadian serupa bukan kali ini terjadi. Pada 8 Agustus 2019 lalu aksi anarkis rombongan pengantar jenazah bahkan melampiaskan emosinya dengan mengeroyok anggota polantas yang bertugas mengatur arus lalu lintas.

Dalam insiden tersebut polisi berhasil menetapkan tiga orang pelaku sebagai tersangka. Polisi pun mengimbau kepada rombongan pengantar jenazah agar tidak anarkis di jalan raya, karena dapat merugikan orang lain dan pengguna jalan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini