Di Negara Ini, Rasa Kesepian Meroket Akibat Pandemi Covid-19

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 19 November 2020 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 18 2312282 di-negara-ini-rasa-kesepian-meroket-akibat-pandemi-covid-19-pKXj1CN8fO.jpg Foto: Shutterstock

LONDON - Pandemi Covid-19 memang mengubah segalanya. Termasuk rasa kesepian yang dialami. Inggris dilaporkan mengalami tingkat kesepian tertinggi sejak pandemi dimulai seminggu setelah kasus pertama terjadi.

Di awal November, terdapat 4,2 juta orang dewasa selalu atau sering kali kesepian, yang merupakan puncak tingkat kesepian akut sejak “lonckdown” pada Maret lalu.

Menurut Kantor Statistik Nasional (ONS), sebelum pandemi jumlahnya ada hinga 2,6 juta.

Data ONS, yang didasarkan pada survei terhadap lebih dari 4.000 orang, menyatakan usia 16 hingga 29 tahun dua kali lebih mungkin merasa kesepian dalam pandemi dibandingkan mereka yang berusia di atas 70 tahun.

BBC melaporkan, angka penelitian ini juga mengungkapkan sekitar 2,6 juta orang dewasa tidak meninggalkan rumah mereka dengan alasan apapun selama tujuh hari terakhir.

Menteri Kesepian Baroness Barran mengatakan musim dingin ini akan menjadi waktu yang sangat menantang bagi banyak orang.

Dia mengatakan saat ini ada kelompok orang yang menghadapi isolasi di tengah pandemi. Termasuk mereka yang tidak memiliki akses internet dan mereka yang tidak dapat lagi bergantung pada tempat kerja untuk kehidupan sosial mereka.

(Baca juga: Viral Hingga ke Mancanegara, Monyet Ikut Mencuci Pakaian di Indonesia)

Barran mengatakan penting untuk tidak meremehkan pentingnya tindakan kecil oleh individu seperti menelepon seseorang, menulis surat atau membantu tetangga.

“Hal-hal sederhana itulah yang membuat orang merasa dihargai,” ujarnya, dikutip Daily Mail.

Angka ONS menunjukkan kira-kira satu dari empat orang mengalami suatu bentuk kesepian pada awal November. Namun angka ini melonjak seminggu kemudian dan mereka menyatakan selalu atau sering merasa kesepian. Delapan persen orang dewasa termasuk dalam kategori ini, dan menjadi jumlah tertinggi sejak Maret lalu.

Data tersebut muncul setelah pengumuman jika panti jompo akhirnya akan dapat mengizinkan kunjungan langsung selama Natal dengan keluarga mereka di tengah pandemi.

Pemerintah sedang melakukan uji coba cepat di 20 rumah perawatan di daerah dengan infeksi rendah di Hampshire, Devon dan Cornwall untuk melihat apakah aman untuk membiarkan anggota keluarga mengunjungi penduduk yang rentan di dalam ruangan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan jika terbukti efektif, dia berencana untuk memperluas program di seluruh Inggris dalam beberapa minggu.

“Saya berharap hal itu tersedia untuk semua panti jompo sebelum Natal,” terangnya.

Langkah ini akan memungkinkan keluarga untuk mengunjungi orang yang dicintai secara langsung tanpa perlu jendela seperti penjara untuk pertama kalinya dalam delapan bulan.

Berdasarkan aturan saat ini, kerabat seringkali hanya dapat melihat orang yang dicintai melalui layar plastik. Sejumlah kecil rumah perawatan telah mengizinkan kunjungan ke taman atau berkendara.

Percontohan ini bertujuan untuk menilai apakah kunjungan dalam ruangan harus tetap menjaga jarak secara sosial atau apakah kerabat akan dapat berpelukan dan berpegangan tangan untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan.

Pengunjung bisa menyentuh orang yang mereka cintai selama mereka dites negatif untuk Covid-19 dan memakai alat pelindung diri. Jika dianggap aman, ini akan diizinkan secara nasional.

Skema uji coba akan menggunakan uji PCR standar atau uji aliran lateral baru, yang memberikan hasil dalam beberapa menit kemudian. 

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini