Polisi Buru Seorang Pelaku Pembunuhan di Jalan Dago Bandung

Agus Warsudi, Koran SI · Jum'at 20 November 2020 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 525 2313051 polisi-buru-seorang-pelaku-pembunuhan-di-jalan-dago-bandung-wOZz4gKdqa.jpg Polisi identifikasi salah satu pelaku pembunuh di Jalan Dago, Bandung. Foto: Agus Warsudi

BANDUNG -Penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung telah mengidentifikasi satu pelaku kasus pembunuhan di Jalan Ir H Djuanda (Dago) Kota Bandung terhadap korban Sanu Sandani (17) pada Minggu (1/11/2020) mulai membuahkan hasil.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, terkait pembunuhan di Jalan Dago penyidik telah mengumpulkan data-data baik dari rekaman CCTV maupun keterangan saksi.

(Baca juga: Diduga Keracunan Nasi Kotak, Puluhan Warga Dilarikan ke Puskesmas)

"Hasilnya, sudah mengarah kepada seseorang (pelaku), tinggal pendalaman lagi, menyamakan identitas orang itu, dan segera dilakukan penangkapan," kata Kapolrestabes Bandung di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka Kota Bandung, Jumat (20/11/2020).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pembunuhan sadis terjadi di Jalan Dago, tepatnya di depan rumah bernomor 348, Kecamatan Coblong Kota Bandung pada Minggu 1 November 2020 dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Sebelum korban Sanu Sandani ditemukan tergeletak tak bernyawa di tepi jalan, sekitar pukul 02.15 WIB, terdengar suara sekelompok pemuda berteriak-teriak dan mengejar seseorang.

Namun saksi di lokasi kejadian tidak tahu apa masalah yang memicu para pemuda itu berteriak. Keesokan harinya, warga dikejutkan oleh penemuan sesosok mayat pria muda tanpa mengenakan baju.

Bagian kepala dan wajah korban terluka parah. Setelah diidentifikasi, jasad korban dibawa ke RSHS Bandung. Setelah dilakukan penyelidikan akhirnya terungkap identitas korban adalah Sanu Sandani (17), warga Desa Cinta Asih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Polisi telah mengimbau para pelaku yang menghabisi nyawa korban Sanu Sandani secara sadis itu menyerahkan diri. Saat ini, penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut dan menangkap para pelakunya.

Selain telah memeriksa 11 saksi dan mengamankan tiga rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, polisi juga telah melakukan prarekonstruksi pada Selasa (3/11/2020). Hasil prarekonstruksi diketahui, kronologi kejadian tersebut berawal saat korban bersama teman-temannya menenggak minuman keras di rumah salah satu saksi.

(Baca juga: Rabithah Alawiyah Pastikan Habib Rizieq Keturunan Rasulullah, Berikut Silsilahnya)

Kemudian, korban dan teman-temannya berboncengan menggunakan sepeda motor main ke kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat hingga pukul 24.00 WIB. Setelah itu, mereka pergi ke arah Dago atas.

Saat tiba di kawasan Dago atas, tepatnya dekat Hotel Sheraton, mereka berpapasan dengan beberapa anak muda yang sedang nongkrong. Anak-anak muda nongkrong itu mengendarai motor.

Saat saksi dan korban melihat anak-anak muda nongkrong tersebut, mereka memutar balik arah kendaraan. Namun anak-anak muda yang diduga pelaku pembunuhan tersebut, mengejar korban dan teman-temannya.

Tiba di lokasi kejadian Jalan Dago depan Masjid Al Ihsan Dago atau Darul Hikam, para pelaku berhasil mengejar dan memukuli korban dengan menggunakan kayu dan batu. Sedangkan teman-teman korban sembunyi di gorong-gorong. Korban tidak sempat sembunyi sehingga tak berdaya dihujani pukulan. Setelah korban tak sadarkan diri, para pelaku kabur.

Keesokan harinya, korban ditemukan tak bernyawa dengan wajah dan kepala terluka parah. Dari lokasi kejadian, petugas kepolisian mengamankan balok kayu, batu, dan dan batako yang terdapat bercak darah. (Don)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini