Menhan Australia Terkejut dan Malu Baca Laporan Kejahatan Perang

Agregasi VOA, · Sabtu 21 November 2020 07:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 21 18 2313468 menhan-australia-terkejut-dan-malu-baca-laporan-kejahatan-perang-Y86ih9YocO.jpg Panglima Angkatan Bersenjata Australia Jenderal Angus Campbell. (AP)

MENTERI Pertahanan (Menhan) Australia, Linda Reynolds, mengaku terkejut dan malu membaca laporan militer bahwa pasukan elite Australia secara tidak sah membunuh 39 tahanan, petani, dan warga sipil Afghanistan.

“Saya seperti halnya setiap warga Australia lainnya yang membaca atau mendengar laporan itu benar-benar terkejut dan malu, '' katanya dalam konferensi bisnis di Perth, melansir VoA Indonesia, Sabtu (21/11/2020).

Reynolds mengatakan, “Saya mendapat laporannya dua minggu lalu dan itu membuat saya secara fisik sakit.''

Panglima Angkatan Bersenjata Australia Jenderal Angus Campbell, Kamis (19/11), mengatakan laporan itu memuat dugaan kejadian di mana sejumlah anggota baru pasukan elite Angkatan Udara Khusus (SAS) akan diwajibkan menembak seorang tahanan untuk melakukan pembunuhan pertamanya dalam praktik yang dikenal sebagai blooding.

Campbell mengumumkan hasil penyelidikan selama empat tahun yang dilakukan Paul Brereton, seorang hakim yang mewawancarai lebih dari 400 saksi dan mengevaluasi ribuan dokumen.

Campbell mengatakan sejumlah tentara juga dengan sengaja menempatkan senjata dan radio di, atau dekat, tubuh korban sebagai bukti palsu untuk mendukung klaim mereka bahwa korban adalah musuh yang tewas dalam aksi. Campbell dengan tulus meminta maaf kepada rakyat Afghanistan.

Laporan tersebut merekomendasikan agar kasus 19 tentara yang diduga terlibat dirujuk ke polisi federal untuk penyelidikan kriminal. Campbell mengatakan ia menerima semua rekomendasi laporan itu.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini